PROPOSAL PENELITIAN HUBUNGAN ANTARA LINGKUNGAN PERUSAHAAN PEKERJA DAN
ATASAN TERHADAP KINERJA PEKERJA
PT. INDOMARCO
Tugas ini diajukkan untuk memenuhi kriteria penilaian
mata kuliah metode penelitian
Disusun Oleh:
Adi Fiky Zulkarnain 30413184
3ID04
FAKULTAS
TEKNOLOGI INDUSTRI
JURUSAN
TEKNIK INDUSTRI
UNIVERSITAS GUNADARMA
UNIVERSITAS GUNADARMA
DEPOK
2016
1.
Latar
Belakang Masalah
Perkembangan
globalisasi yang terjadi saat ini memberikan dampak yang signifikan bagi kelangsungan
hidup organisasi. Dari globablisasi tersebut informasi-informasi diberikan. Informasi ini sangat membantu untuk
sumber daya manusia departemen dan pengawas perusahaan yang harus membuat
program pelatihan, dan manfaat sistem umpan balik, dan membuat keputusan
perekrutan serta terlibat dalam praktek-praktek perekrutan. Sebagian besar
perusahaan menggunakan psikolog
industri untuk melatih staf mereka sendiri sehingga organisasi dapat
berjalan lancar dan pada kapasitas puncak. Dan globalisasi
telah menyebabkan terjadinya perubahan-perubahan yang begitu cepat di dalam
bisnis, yang menuntut organisasi untuk lebih mampu beradaptasi, mempunyai
ketahanan, mampu melakukan perubahan arah dengan cepat, dan memusatkan
perhatiannya kepada pelanggan, hubungan organisasi. Industri
dapat digunakan untuk mengurangi perilaku kontraproduktif, meningkatkan
efektivitas tim, dan meningkatkan semangat. Hal ini juga penting dalam resolusi
konflik . Banyak orang menemukan beban ketidakpuasan kerja mereka berakar dalam
hubungan mereka dengan manajer dan rekan. Untungnya, psikologi industri
menyediakan solusi untuk ini. Dengan mendokumentasikan titik-titik kunci,
psikolog industri memiliki kemampuan untuk membantu organisasi meningkatkan
fungsi mereka dan mendirikan sebuah sistem yang mendorong pertumbuhan bagi perusahaan dan
karyawan. Dalam mendirikan seubuah sistem karyawan memeliki hubungan
trhadap organisasi tersebut. Keterkaitan karyawan
terhadap organisasi tempatnya bekerja atau komitmen organisasi dimana
diperlukan sebagai salah satu indikator kinerja karyawan. Karyawan dengan
komitmen yang tinggi dapat diharapkan akan memperlihatkan kinerja yang optimal
dan maksimal.
Komitmen
organisasi itu sendiri mempunyai tiga komponen yaitu keyakinan yang kuat dari
seseorang dan penerimaan tujuan organisasi, kemauan seseorang untuk berusaha
keras bergantung pada organisasi, dan keinginan seseorang yang terbatas untuk
mempertahankan keanggotaan. Semakin kuat komitmen, semakin kuat kecenderungan
seseorang untuk diarahkan pada tindakan sesuai dengan standar. Banyak peneliti
mengatakan bahwa produktivitas kerja dipengaruhi oleh sikap dan kinerja
karyawan dalam organisasi tersebut.
Kinerja
karyawan yang tinggi dapat dicapai dengan meningkatkan
perilaku Intra-role. Yang dimana setiap karyawan yang memiliki komitmen kuat
terhadap organisasinya merupakan suatu modal dalam mencapai tujuan organisasi,
sehingga memberikan manfaat maksimal bagi organisasi. Komitmen kayawan yang
diberikan kepada organisasi juga diperlukan untuk menyelesaikan masalah-masalah
internal organisasi seperti berkurangnya biaya kegiatan operasional dan konflik
dalam organisasi. Komitmen yang kuat memungkinkan setiap karyawan untuk
berusaha menghadapi tantangan dan tekanan yang ada. Keberhasilan dalam
menghadapi tantangan tersebut akan menumbuhkan rasa kebanggaan tersendiri
terhadap organisasinya. Bentuk kontribusi individu ditempat kerja yang
dilakukan diluar tugas akan meningkatkan komitmen setiap anggota organisasi
hubungan organisasi sehingga kepuasan kerja akan tercapai. Maka dari
itu,mempelajari Psikologi
Industri Organisasi merupakan suatu subdisplin dari ilmu psikologi yang
mempelajari perilaku manusia dalam suatu konteks organisasi, apakah organisasi
industri ataukah organisasi nirlaba, serta pengaruh timbal balik antara
individu dan organisasi tempatnya berkarya. Dalam kenyataan praktis, Psikologi
Industri Organisasi saling tumpang tindih dengan disiplin ilmu lain. Society of
Industrial and Organizational Psychology (SIOP) memberikan beberapa para meter
yang membedakan Psikologi Industri Organisasi dengan specialty lain dalam
disiplin psikologi.
2.
Perumusan
Masalah
Adapun
rumusan masalah ini, yaitu:
a. Bagaimana perilaku karyawan
mempengaruhi individu lain pada pekerjaan dan organisasi secara umum ?
b. Apakah
ada hubungan yang memepengaruhi kinerja suatu pegawai terhadap hubungan
organisasi maupun komitmen organisasi ?
3.
Tujuan
Penelitian
Adapun tujuan penelitian ini,
sebagai berikut:
a. Melihat bagaimana
hubungan antara organisasi
terhadap
kinerja pegawai.
b. Komitmen
Organisasi terhadap kinerja pegawai
terhadap
kinerja pegawai.
4.
Batasan Penelitian
Pembatasan masalah berguna agar pada
saat pengamatan tidak terjadi penyimpangan pembahasan masalah yang diinginkan.
Berikut ini merupakan pembatasan masalah.
a.
Penelitian dilakukan
pada sebuah perusahaan
b.
Penelitian
dilakukan kepada seorang pekerja
c.
Penelitian
dilakukan kepada seorang pimpinan perusahaan
d.
Penelitian dilakukan
secara langsung dan wawancara ditempat
5.
Metode Penelitian
Psikologi Industri adalah cabang yang relatif baru
psikologi yang diciptakan untuk perusahaan dan organisasi yang dibutuhkan
struktur yang lebih. Psikologi Industri mampu menyediakan struktur ini dengan menilai
perilaku karyawan demi kebaikan perusahaan. Hal ini sering disebut sebagai
organisasi psikologi karena penekanannya pada analisis
individu yang bekerja untuk berbagai organisasi. Pada dasarnya, psikologi industri mempelajari perilaku karyawan dalam
lingkungan kerja. Walaupun psikologi industri tidak dimulai sampai tahun
1920-an, disiplin telah berkembang pesat dan merevolusi tempat kerja dalam abad
terakhir. Karena tempat kerja adalah suatu sistem sosial, penerapan cabang ilmu
psikologi
ini berguna dalam memahami kompleksitasnya.
Psikolog telah mempelajari bagaimana manusia makhluk telah
berinteraksi dengan lingkungan mereka dan satu sama lain, tetapi psikologi industri mulai mengevaluasi interaksi
antara orang-orang dan pekerjaan mereka. Psikologi Industri dapat digunakan
untuk meningkatkan kepuasan kerja serta produktivitas perusahaan dan menjadi
penting bagi keberhasilan suatu organisasi. Psikologi Industri mengacu pada proses perilaku pada
suatu organisasi, misalnya ketika mengevaluasi hubungan seseorang dengan
pekerjaan mereka. Mereka menganalisis cara seseorang bekerja, keterampilan
mereka, tugas, kewajiban, dan umum kepuasan dengan pekerjaan mereka
sehari-hari.
a.
Jenis Pengamatan
Pengamatan yang akan dilakukan merupakan sebuah pengamatan
sederhana hanya menggunakan objek pengamatan yang relatif sedikit.
b.
Sampel
Penelitian
Sampel yang digunakan dalam pengamatan ini berjumlah tiga
yaitu pekerja perusahaan, pimpinan perusahaan, sistem perusahaan.
c.
Lokasi
Penelitian
Lokasi penelitian dilakukan disalah satu minimarket yang
berada di wilayah Bogor
d.
Teknik
Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang dilakukan pada pengamatan
ini menggunakan dua cara yaitu dengan pengamatan langsung pada objek serta
wawancara pada pekerja dan pimpinan perusahaan.
e.
Instrumen
Penelitian.
Alat bantu yang digunakan untuk melakukan pengamatan
yaitu beberapa kriteria yang akan kami nilai dari objek serta beberapa
pertanyaan yang akan diajukkan saat wawancara.
6.
Rencana Waktu Penelitian
Penelitian dilakukan
selama 4 (empat) hari yaitu pada tanggal 12 Desember
2015 – 15 Desember di PT Indomarco yang berlokasi
di Jl. Laladon Baru, Kec.Ciomas, Kab. Bogor-Jawa Barat. Berikut adalah jadwal kegiatan kerja praktek yang akan
dilakukan pada PT Indomarco
Tabel Jadwal Rencana Waktu Penelitian
NO
|
KEGIATAN
|
Desember 2015
|
|||
12
|
13
|
14
|
15
|
||
1
|
Persiapan ke lapangan, pengenalan dengan lingkungan, perkerja dan pimpinan perusahaan.
|
√
|
|||
2
|
Mempelajari gambaran umum perusahaan
|
√
|
√
|
||
3
|
Melakukan wawancara dengan pihak yang terkait
|
√
|
√
|
||
4
|
Mengidentifikasi masalah-masalah yang hubungan antara lingkungan perusahaan, pekerja
dengan atasannya
|
√
|
√
|
||
5
|
Pengumpulan data yang dibutuhkan
|
√
|
√
|
||
6
|
Pemeriksaan hasil
|
√
|
√
|
||
7
|
Menyusun laporan
|
√
|
√
|
||
7. Landasan Teori
Pengertian industri mencakup juga pengertian
business (perusahaan). Psikologi industri dan organisasi merupakan hasil
perkembangan dari psikologi umum, psikologi eksperimen dan psikologi khusus.
Sekarang, perilaku manusia dalam kaitan dengan kegiatan industri dan organisasi
dipelajari untuk perkembangan teori, aturan dan prinsip psikologi baru yang
berlaku umum dalam lingkup industri dan organisasi. Alat untuk mengukur
perbedaan manusia juga tetap dikembangkan untuk meningkatkan kecermatan dalam
melaksanakan pemeriksaan psikologi untuk tujuan seleksi, penempatan, pengenalan
diri, penyuluhan kejuruan dan perkembangan kariere. Segi terapan dari psikologi
industri dan organisasi menimbulkan tafsiran bahwa psikologi bermanfaat bagi
manajemen, bagi pimpinan dan pemilik perusahaan dan merugikan para tenaga kerja
dan konsumen. Psikologi industri dan organisasi merupakan suatu keseluruhan
pengetahuan (A Body Of Knowledge) yang berisi fakta, aturan-aturan dan
prinsip-prinsip tentang perilaku manusia pada pekerjaan. Pengetahuan ini dapat
disalah gunakan sehingga dapat membahayakan dan merugikan pihak-pihak yang
terlibat. Penggunaan pengetahuan psikologi industri dan organisasi harus
ditunjukan untuk kepentingan dan kemanfaatan pihak-pihak yang terlibat, bik
perusahaan sebagai organisasi maupun karyawannya. Psikologi industri dan
organisasi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia: a. Dalam perannya
sebagai tenaga kerja dan sebagai konsumen b. Baik secara perorangan maupun
secara kelompok, dengan maksud agar temuannya dapat diterapkan dalam industri
dan organisasi untuk kepentingan dan kemanfaatan manusianya dan organisasinya.
A. PSIKOLOGI INDUSTRI DAN ORGANISASI SEBAGAI ILMU Masih menerapkan
temuan-temuan dari psikologi pada umumnya, psikologi dan industri pada khususnya
kedalam industri dan organisasi. B. PSIKOLOGI INDUSTRI DAN ORGANISASI
MEMPELAJARI PERILAKU MANUSIA. Yang dimaksud dengan perilaku manusia ialah
segala kegiatan yang dilakukan oleh manusia, baik yang secara langsung dapat
diamati berjalan, melompat, menulis, duduk, berbicara, dan sebagainya maupun
yang tidak dapat diamati secara langsung seperti berfikir, perasaan, motivasi
dan sebagainya. Ilmu hanya menangani hingga menganalisis fakta-fakta yang dapat
diamati, yang dapat dilihat, didengar, diraba, diukur dan dilaporkan, yang
semuanya merupakan perilaku yang terbuka. Melalui observasi dari perilaku
terbuka kita kita menafsirkan tentang perilaku yang tertutup. C. PERILAKU
MANUSIA DIPELAJARI DALAM PERANNYA SEBAGAI TENAGA KERJA DAN SEBAGAI KONSUMEN.
Manusia dipelajari dalam interaksi dengan pekerjaannya, dengan lingkungan fisik
dan lingkungan psiko-sosialnya di pekerjakaannya. Sebagai tenaga kerja manusia
menjadi anggota organisasi industri dan sebagai konsumen ia menjadi pengguna
dari produk atau jasa dari organisasi perusahaan. D. PERILAKU MABNUYSIA
DIPELAJARI SECARA PERORANGAN DAN SECARA KELOMPOK. Dalam organisasi ada unit
kerja. Unit kerja yang besar terdiri dari unit-unit kerja yang lebih kecil dan
masing-masing terdiri dari unit kerja yang lebih kecil lagi. Dalam hubungan ini
dipelajari bagaimana dampak satu kelompok atau unit kerja terhadap perilaku
seorang tenaga kerja dan sebaliknya. Juga dipelajari sejauh mana struktur, pola
dan jenis organisasi mempengaruhi tenaga kerjanya, terhadap kelompok tenaga kerja
dan terhadap seorang tenaga kerja. Tentang konsumen dapat berbentuk, sejauh
mana ada reaksi yang sma dari kelompok konsumen dengan ciri-ciri tertentu
terhadap iklan suatu produk. Berdasarkan temuan dikembangkan teori
aturan-aturan atau hukum dan prinsip-prinsip yang dapat diterapkan kembali
kedalam kegiatan-kegiatan industri dan organisasi untuk kepentingan tenaga
kerja, konsumen dan organisasinya dan untuk menguji ketepatannya. Contohnya
ditemukannya data tentang perbadaan manager yang berhasil dan yang tidak.
WAWASAN PSIKOLOGI INDUSTRI DAN ORGANISASI Psikologi industri dan organisasi
berhubungan dengan industri dan organisasi. Semua ilmu ini dinamakan psikologi
industri yang fungsi utamanya menerapkan ilmu psikologi di industri. Dengan
berkembangya psikologi industri menjadi ilmu yang mandiri maka namanya menjadi
psikologi industri dan (psikologi) organisasi. Dengan organisasi dimaksudkan
organisasi formal yang mencakup organisasi yang mencari keuntungan, memproduksi
barang atau jasa, dan organisasi yang tujuan utamanya bukan mencari keuntungan.
Organisasi dapat dipandang sebagai suatu sistim yang terbuka. Kast dan
Rosenzweig mengartikan sistim sebagai suatu kesatuan keseluruhan yang
terorganisasi, yang terdiri dari dua atau lebih bagian, komponen atau
subsistem, yang saling tergantung, yang dipisahkan dari suprasistim sebagai
lingkungannya oleh batas-batas yang dapat ditemu kenali. Sistim berinteraksi
dengan sistim lainnya dan membentuk suatu suprasistim. Sistim juga terdiri dari
dua atau lebih subsistim yang saling beriteraksi, dan masing-masing subsistim
terdiri dari sistim yang lebih kecil lagi yang saling berinteraksi dan
seterusnya. Dengan demikian dapat ditemukan suatu tata tingkat dari sistim.
Organisasi sebagai suatu sistim terdiri dari subsistim, yaitu satuan kerja yang
besar seperti devisi atau urusan. Satuan kerja yang besar ini terdiri dari
satuan-satuan kerja yang lebih kecil (Sub-subsistim) seperti bagian. Setiap
bagian terdiri dari satuan kerja yang lebih kecil lagi, misalnya seksi dan satuan
kerja yang terkecil ialah tenaga kerja. Organisasi industri berinteraksi dengan
sistim lain dan masing-masing unit memberi dampak yang tersendiri pada
lingkungannya. Dengan demikian setiap sistim membuat organisasi industri
sebagai sistim berada dalam proses pertukaran yang sambung menyambung dengan
lingkungannya, yaitu sistim terbuka. Sistim juga mempunyai batas yang dapat
berupa fisik maupun nonfisik. Batas sistim mempunyai fungsi seleksi dan
pengendalian terhadap macam dan banyaknya arus dari masukan dan keluaran. Obyek
yang dipelajari oleh psikolog industri dan organisasi adalah perilaku manusia
sebagai tenaga kerja dan sebagai konsumen dalam kaitan: a. Fungsi batas sistim
Yaitu secara perorangan atau secara kelompok seperti - Pelamar/calon tenaga kerja
- Tenaga kerja yang terlibat dalam proses pengadaan dan seleksi tenaga kerja -
Tenaga kerja yang terlibat dalam proses pengendalian mutu, pemasaran dan
penjualan - Konsumen, perorangan maupun perusahaan b. Proses produksi dalam
sistim seperti: - Tenaga kerja pelaksana yang dikelola - Tenaga kerja pengelola
(Manager). Seleksi pelatihan dan pengembangan sasarannya agar tenaga kerja
disesuaikan dengan tuntutan lingkungan kerjanya. Kondisi kerja dan psikologi
kerekayasaan berusaha untuk menyesuaikan lingkungan kerja fisik, mesinmesin,
peralatan dan lingkungan kerja psikologis dengan keterbatasan kemampuan para
tenaga kerjanya, agar mereka dapat bekerja efesien. Hubungan antar tenaga kerja
dapat saja menimbulkan berbagai masalah dan konflik yang memerlukan penyelesaian.
Pengembangan organisasi dengan berbagai jenis teknik intervensi dapat mengatasi
berbagai masalah sehingga organisasi dapat meningkatkan efisiensi, efektivitas
dan “kesehatannya”. A. KAITAN DENGAN PERILAKU KEORGANISASIA (ORGANIZATIONAL
BEHAVIOR). Psikologi industri dan organisasi sangat erat hubungannya dengan
perilaku keorganisasian. Kesamaan dalam bidang kajian terletak pada mempelajari
perilaku manusia: a. Dalam perannya sebagai tenaga kerja dan sebagai konsumen
b. Baik secara perorangan maupun secara kelompok. Untuk kepentingan dan
kemanfaatan manusianya dan organisasinya. Sebagai tenaga kerja perilaku
dipelajari untuk menemukenali kepribadian, kecakapan-kecakapan, keterampilan,
sikap dan ciri-ciri kepribadian: 1. Dengan tujuan khusus untuk diseleksi dan
penempatan, untuk pelatihan dan pengembangan 2. Dalam interaksi dengan
lingkungan fisiknya 3. Dalam interaksi dengan lingkungan sosialnya. Perilaku
organisasi lebih berfokus pada no. 3 B. KAITANNYA DENGAN MANAGER SUMBER DAYA
MANUSIA Di Indonesia kebanyakan orang sukar dapat membedakan antara psikologi
industri dan organisasi dan managemen sumber daya manusia. Obyek studinya ialah
sama yaitu manusia sebagai tenaga manusia. Perbadaan utama terletak pada
kondisi dimana manusia sebagai tenaga dipelajari kerja. Pada managemen sumber
daya manusia, perilaku manusia dipelajari dalam kaitannya dengan managemen dan
bagaimana manusia sebagai tenaga kerja dapat dimanagement secara efektif
menjadi pokok bahasan. Topik-topik yang sama ialah seleksi tenaga kerja,
pelatihan, motivasi dan kepemimpinan, tetapi masing-masing ditangani dengan
cara berbeda. Managemen sumber daya manusia bekerja berdasarkan effisiensi dan
efektivitas kerja sedangkan psikologi industri berdasarkan mencari ciri-ciri
yang absah pada manusia.
Berbagai macam prosedur, alat-alat dan teknik-teknik telah
dikembangkan untuk membantu Psikologi Industri Organisasi dalam menangani
masalah secara efektif. Terdapat tiga buah elemen penting yang akan diukur,
yaitu pekerja, pekerjaanya, dan konteks pekerjaan.Dalam kaitanya dengan pekerja
maka dikembangkan berbagai tes untuk mengukur perbedaan individual seperti tes
intelegensi, tes kepribadian, alat ukur nilai dan berbagai alat ukur lainnya.
Jika untuk mengukur aspek pekerjaanya menggunakan prosedur analisis jabatan
(job analysis). Untuk mengukur konteks pekerjaan telah dikembangkan berbagai
prosedur dan alat tes untuk mengenali budaya organisasi, iklim organisasi,
design organisasi, sistem imbalan dalam organisasi dan lain-lain. Denganadanya
psikologi ini dapat meningkatkan komitmen organisasi bagi jabatan atas maupun
bawah. Pengertian Komitmen mneurut beberapa para ahli, sebagi berikut:
1. Pengertian Komitmem Organisasi
Komitmen organisasi menurut Mowday, Steers, & Porter, dalam Spector, 2000).
Steers (1988) dapat didefinisikan sebagai berikut:
(1) keinginan yang kuat untuk
berada atau tetap tinggal menjadi anggota dari organisasi
(2) kerelaan untuk mengerahkan
usaha yang besar untuk kepentingan organisasi
(3) keyakinan, dan penerimaan dari
nilai dan tujuan organisasi. Dengan kata lain, komitmen organisasi adalah sikap
yang merefleksikan kesetiaan karyawan terhadap organisasi berpendapat bahwa
komitmen organisasi merupakan kondisi dimana pegawai sangat tertarik terhadap
tujuan, nilai-nilai, dan sasaran organisasinya. Komitmen terhadap organisasi
artinya lebih dari sekedar keanggotaan formal, karena meliputi sikap menyukai
organisasi dan kesediaan untuk mengusahakan tingkat upaya yang tinggi bagi
kepentingan organisasi demi pencapaian tujuan.
Selain itu, komitmen
organisasi didefinisikan sebagai rasa identifikasi (kepercayaan terhadap
nilai-nilai organisasi), keterlibatan (kesediaan untuk berusaha sebaik mungkin
demi kepentingan organisasi) dan loyalitas (keinginan untuk tetap menjadi
anggota organisasi yang bersangkutan) yang dinyatakan oleh seorang pegawai
terhadap organisasinya. Dengan adanya
keterlibatan dan loyalitas tersebut, maka karyawan yang memiliki
komitmen organisasi akan menunjukkan adanya rasa penerimaan terhadap
nilai-nilai dan tujuan organisasi, memiliki kesiapan dan kesediaan untuk
berusaha dengan sungguh-sungguh atas nama organisasi dan memiliki keinginan
untuk mempertahankan keanggotaan dalam organisasi (menjadi bagian dari
organisasi). Berdasarkan penjelasan yang telah dikemukakan diatas dapat
diketahui bahwa komitmen organisasi merupakan variabel sikap dalam dunia kerja.
Komitmen organisasi merupakan proses pada individu (karyawan) dalam
mengidentifikasikan dirinya dengan nilai-nilai, aturan-aturan, dan tujuan
organisasi. Komitmen organisasi ini meliputi hubungan yang aktif antara
karyawan dengan organisasi. Karyawan yang memiliki komitmen organisasi tinggi
akan bersedia memberikan sesuatu atas kemauan sendiri agar dapat mendukung
tercapainya tujuan organisasi.
2. Karakteristik Individu yang
memiliki Komitmen Organisasi Mowday, Porter dan Steers (1983) mengemukakan
bahwa komitmen organisasi lebih dikenal sebagai suatu pendekatan sikap terhadap
organisasi. Komitmen organisasi ini memiliki dua komponen yaitu sikap dan
kehendak untuk bertingkah laku.
(1) Penerimaan tujuan organisasi,
(2) Keterlibatan sesuai peran dan
tanggungjawab pekerjaan di organisasi tersebut.
(3) Kehangatan, afeksi dan
loyalitas terhadap organisasi merupakan evaluasi terhadap komitmen, serta
adanya ikatan emosional dan keterikatan antara organisasi dengan pegawai.
3. Tipe-tipe Komitmen Karyawan
terhadap Organisasi Komitmen organisasi yang dikemukakan oleh Allen dan Meyer
(1990) memiliki tiga komponen organisasi yaitu: komitmen afektif (affective
commitment), komitmen kontinuans (continuance commitment), dan komitmen
normative (normative commitment). Hal yang umum dari ketiga komponen komitmen
ini adalah dilihatnya komitmen sebagai kondisi psikologis yang:
1) Menggambarkan hubungan individu
dengan organisasi, dan
2) Mempunyai implikasi dalam
keputusan untuk meneruskan atau tidak keanggotaannya dalam organisasi.
Komitmen
organisasi maupun hubungan organisasi adalah kontribusi individu yang mendalam
melebihi tuntutan peran dan perilaku yang bersifat sukarela, bukan tindakan
yang terpaksa terhadap hal-hal yang mengedepankan kepentingan organisasi.
Perilaku menolong keryawan lain secara sukarela, memberikan saran membangun
demi kemajuan organisasi, menghadiri setiap kegiatan yang dilakukan organisasi,
datang tepat waktu, mempertimbangkan nasehat atau saran dari karyawan lain
sebelum mengambil keputusan dan tidak mengeluh apabila ada kondisi yang kurang
ideal yang ada di dalam organisasi. Komitmen karyawan dan hubungan organisasi
merupakan salah satu kunci yang turut menentukan berhasil tidaknya suatu
organisasi untuk mencapai tujuannya. Karyawan yang mempunyai komitmen kepada
organisasi biasanya mereka menunjukan sikap kerja yang penuh perhatian terhadap
tugasnya, mereka sangat memiliki tanggung jawab untuk melaksanakan tugas-tugas
serta sangat loyal terhadap perusahaan. Dalam komitmen terkandung keyakinan,
pengikat, yang akan menimbulkan energi untuk melakukan yang terbaik. Secara
nyata, komitmen berdampak kepada performansi kerja sumber daya manusia, dan
pada akhirnya juga sangat berpengaruh terhadap kinerja suatu perusahaan. Karena
itu peran sumber daya manusia, khususnya jajaran manajemen dari lini dasar
sampai lini puncak harus mampu berperan sebagai penggerak untuk mewujudkan misi
dan tujuan perusahaan.
DAFTAR
PUSTAKA
Munadar, Ashar Sunyoto.2001. Psikologi Industri dan
Organisasi.Jakarta: Universitas
Indonesia
http://rumahbelajarpsikologi.com/index.php/area-terapan-mainmenu-30/organisasi-mainmenu-66/komitmen-organisasi-mainmenu-70;24
Desember 2011; 20.26
http://staff.ui.ac.id/internal/131998622/material/Arisan86-KomitmenOrganisasi-Liche.pdf; 24 Desember 2011, 19.43
http://eprints.binadarma.ac.id/1587/1/PSIKOLOGI%20INDUSTRI%20MATERI%201.pdf.
diakses pada tanggal 25 januari 2016

Tidak ada komentar:
Posting Komentar