Senin, 25 Januari 2016

PROPOSAL PENELITIAN HUBUNGAN ANTARA LINGKUNGAN PERUSAHAAN PEKERJA DAN ATASAN TERHADAP KINERJA PEKERJA
PT. INDOMARCO
Tugas ini diajukkan untuk memenuhi kriteria penilaian
mata kuliah metode penelitian
                                                        



Disusun Oleh:
Adi Fiky Zulkarnain 30413184
3ID04



FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
JURUSAN TEKNIK INDUSTRI
UNIVERSITAS GUNADARMA
DEPOK
2016


1.             Latar Belakang Masalah
Perkembangan globalisasi yang terjadi saat ini memberikan dampak yang signifikan bagi kelangsungan hidup organisasi. Dari globablisasi tersebut informasi-informasi diberikan. Informasi ini sangat membantu untuk sumber daya manusia departemen dan pengawas perusahaan yang harus membuat program pelatihan, dan manfaat sistem umpan balik, dan membuat keputusan perekrutan serta terlibat dalam praktek-praktek perekrutan. Sebagian besar perusahaan menggunakan psikolog industri untuk melatih staf mereka sendiri sehingga organisasi dapat berjalan lancar dan pada kapasitas puncak. Dan globalisasi telah menyebabkan terjadinya perubahan-perubahan yang begitu cepat di dalam bisnis, yang menuntut organisasi untuk lebih mampu beradaptasi, mempunyai ketahanan, mampu melakukan perubahan arah dengan cepat, dan memusatkan perhatiannya kepada pelanggan, hubungan organisasi. Industri dapat digunakan untuk mengurangi perilaku kontraproduktif, meningkatkan efektivitas tim, dan meningkatkan semangat. Hal ini juga penting dalam resolusi konflik . Banyak orang menemukan beban ketidakpuasan kerja mereka berakar dalam hubungan mereka dengan manajer dan rekan. Untungnya, psikologi industri menyediakan solusi untuk ini. Dengan mendokumentasikan titik-titik kunci, psikolog industri memiliki kemampuan untuk membantu organisasi meningkatkan fungsi mereka dan mendirikan sebuah sistem yang mendorong pertumbuhan bagi perusahaan dan karyawan. Dalam mendirikan seubuah sistem karyawan memeliki hubungan trhadap organisasi tersebut. Keterkaitan karyawan terhadap organisasi tempatnya bekerja atau komitmen organisasi dimana diperlukan sebagai salah satu indikator kinerja karyawan. Karyawan dengan komitmen yang tinggi dapat diharapkan akan memperlihatkan kinerja yang optimal dan maksimal.
Komitmen organisasi itu sendiri mempunyai tiga komponen yaitu keyakinan yang kuat dari seseorang dan penerimaan tujuan organisasi, kemauan seseorang untuk berusaha keras bergantung pada organisasi, dan keinginan seseorang yang terbatas untuk mempertahankan keanggotaan. Semakin kuat komitmen, semakin kuat kecenderungan seseorang untuk diarahkan pada tindakan sesuai dengan standar. Banyak peneliti mengatakan bahwa produktivitas kerja dipengaruhi oleh sikap dan kinerja karyawan dalam organisasi tersebut.
Kinerja karyawan yang tinggi dapat dicapai dengan meningkatkan perilaku Intra-role. Yang dimana setiap karyawan yang memiliki komitmen kuat terhadap organisasinya merupakan suatu modal dalam mencapai tujuan organisasi, sehingga memberikan manfaat maksimal bagi organisasi. Komitmen kayawan yang diberikan kepada organisasi juga diperlukan untuk menyelesaikan masalah-masalah internal organisasi seperti berkurangnya biaya kegiatan operasional dan konflik dalam organisasi. Komitmen yang kuat memungkinkan setiap karyawan untuk berusaha menghadapi tantangan dan tekanan yang ada. Keberhasilan dalam menghadapi tantangan tersebut akan menumbuhkan rasa kebanggaan tersendiri terhadap organisasinya. Bentuk kontribusi individu ditempat kerja yang dilakukan diluar tugas akan meningkatkan komitmen setiap anggota organisasi hubungan organisasi sehingga kepuasan kerja akan tercapai. Maka dari itu,mempelajari Psikologi Industri Organisasi merupakan suatu subdisplin dari ilmu psikologi yang mempelajari perilaku manusia dalam suatu konteks organisasi, apakah organisasi industri ataukah organisasi nirlaba, serta pengaruh timbal balik antara individu dan organisasi tempatnya berkarya. Dalam kenyataan praktis, Psikologi Industri Organisasi saling tumpang tindih dengan disiplin ilmu lain. Society of Industrial and Organizational Psychology (SIOP) memberikan beberapa para meter yang membedakan Psikologi Industri Organisasi dengan specialty lain dalam disiplin psikologi.

2.             Perumusan Masalah
Adapun rumusan masalah ini, yaitu:
a.       Bagaimana perilaku karyawan mempengaruhi individu lain pada pekerjaan dan organisasi secara umum ?
b.      Apakah ada hubungan yang memepengaruhi kinerja suatu pegawai terhadap hubungan organisasi maupun komitmen organisasi ?

                                                                                                                
3.             Tujuan Penelitian
Adapun tujuan penelitian ini, sebagai berikut:
a.       Melihat bagaimana hubungan antara organisasi terhadap kinerja pegawai.
b.      Komitmen Organisasi terhadap kinerja pegawai terhadap kinerja pegawai.

4.             Batasan Penelitian
         Pembatasan masalah berguna agar pada saat pengamatan tidak terjadi penyimpangan pembahasan masalah yang diinginkan. Berikut ini merupakan pembatasan masalah.
a.       Penelitian dilakukan pada sebuah perusahaan
b.      Penelitian dilakukan kepada seorang pekerja
c.       Penelitian dilakukan kepada seorang pimpinan perusahaan
d.      Penelitian dilakukan secara langsung dan wawancara ditempat

5.             Metode Penelitian
Psikologi Industri adalah cabang yang relatif baru psikologi yang diciptakan untuk perusahaan dan organisasi yang dibutuhkan struktur yang lebih. Psikologi Industri mampu menyediakan struktur ini dengan menilai perilaku karyawan demi kebaikan perusahaan. Hal ini sering disebut sebagai organisasi psikologi karena penekanannya pada analisis individu yang bekerja untuk berbagai organisasi. Pada dasarnya, psikologi industri mempelajari perilaku karyawan dalam lingkungan kerja. Walaupun psikologi industri tidak dimulai sampai tahun 1920-an, disiplin telah berkembang pesat dan merevolusi tempat kerja dalam abad terakhir. Karena tempat kerja adalah suatu sistem sosial, penerapan cabang ilmu psikologi ini berguna dalam memahami kompleksitasnya.
Psikolog telah mempelajari bagaimana manusia makhluk telah berinteraksi dengan lingkungan mereka dan satu sama lain, tetapi psikologi industri mulai mengevaluasi interaksi antara orang-orang dan pekerjaan mereka. Psikologi Industri dapat digunakan untuk meningkatkan kepuasan kerja serta produktivitas perusahaan dan menjadi penting bagi keberhasilan suatu organisasi. Psikologi Industri mengacu pada proses perilaku pada suatu organisasi, misalnya ketika mengevaluasi hubungan seseorang dengan pekerjaan mereka. Mereka menganalisis cara seseorang bekerja, keterampilan mereka, tugas, kewajiban, dan umum kepuasan dengan pekerjaan mereka sehari-hari.
a.         Jenis Pengamatan
       Pengamatan yang akan dilakukan merupakan sebuah pengamatan sederhana hanya menggunakan objek pengamatan yang relatif sedikit.
b.        Sampel Penelitian
       Sampel yang digunakan dalam pengamatan ini berjumlah tiga yaitu pekerja perusahaan, pimpinan perusahaan, sistem perusahaan.
c.         Lokasi Penelitian
       Lokasi penelitian dilakukan disalah satu minimarket yang berada di wilayah Bogor
d.        Teknik Pengumpulan Data
       Teknik pengumpulan data yang dilakukan pada pengamatan ini menggunakan dua cara yaitu dengan pengamatan langsung pada objek serta wawancara pada pekerja dan pimpinan perusahaan.
e.         Instrumen Penelitian.
       Alat bantu yang digunakan untuk melakukan pengamatan yaitu beberapa kriteria yang akan kami nilai dari objek serta beberapa pertanyaan yang akan diajukkan saat wawancara.

6.             Rencana Waktu Penelitian
Penelitian dilakukan selama 4 (empat) hari yaitu pada tanggal 12 Desember 2015 – 15 Desember di PT Indomarco yang berlokasi di Jl. Laladon Baru, Kec.Ciomas, Kab. Bogor-Jawa Barat. Berikut adalah jadwal kegiatan kerja praktek yang akan dilakukan pada PT Indomarco


Tabel Jadwal Rencana Waktu Penelitian
NO
KEGIATAN
Desember 2015
12
13
14
15
1
Persiapan ke lapangan, pengenalan dengan lingkungan, perkerja dan pimpinan perusahaan.



2
Mempelajari gambaran umum perusahaan


3
Melakukan wawancara dengan pihak yang terkait


4
Mengidentifikasi masalah-masalah yang hubungan antara lingkungan perusahaan, pekerja dengan atasannya


5
Pengumpulan data yang dibutuhkan


6
Pemeriksaan hasil


7
Menyusun laporan


           

7.           Landasan Teori
            Pengertian industri mencakup juga pengertian business (perusahaan). Psikologi industri dan organisasi merupakan hasil perkembangan dari psikologi umum, psikologi eksperimen dan psikologi khusus. Sekarang, perilaku manusia dalam kaitan dengan kegiatan industri dan organisasi dipelajari untuk perkembangan teori, aturan dan prinsip psikologi baru yang berlaku umum dalam lingkup industri dan organisasi. Alat untuk mengukur perbedaan manusia juga tetap dikembangkan untuk meningkatkan kecermatan dalam melaksanakan pemeriksaan psikologi untuk tujuan seleksi, penempatan, pengenalan diri, penyuluhan kejuruan dan perkembangan kariere. Segi terapan dari psikologi industri dan organisasi menimbulkan tafsiran bahwa psikologi bermanfaat bagi manajemen, bagi pimpinan dan pemilik perusahaan dan merugikan para tenaga kerja dan konsumen. Psikologi industri dan organisasi merupakan suatu keseluruhan pengetahuan (A Body Of Knowledge) yang berisi fakta, aturan-aturan dan prinsip-prinsip tentang perilaku manusia pada pekerjaan. Pengetahuan ini dapat disalah gunakan sehingga dapat membahayakan dan merugikan pihak-pihak yang terlibat. Penggunaan pengetahuan psikologi industri dan organisasi harus ditunjukan untuk kepentingan dan kemanfaatan pihak-pihak yang terlibat, bik perusahaan sebagai organisasi maupun karyawannya. Psikologi industri dan organisasi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia: a. Dalam perannya sebagai tenaga kerja dan sebagai konsumen b. Baik secara perorangan maupun secara kelompok, dengan maksud agar temuannya dapat diterapkan dalam industri dan organisasi untuk kepentingan dan kemanfaatan manusianya dan organisasinya. A. PSIKOLOGI INDUSTRI DAN ORGANISASI SEBAGAI ILMU Masih menerapkan temuan-temuan dari psikologi pada umumnya, psikologi dan industri pada khususnya kedalam industri dan organisasi. B. PSIKOLOGI INDUSTRI DAN ORGANISASI MEMPELAJARI PERILAKU MANUSIA. Yang dimaksud dengan perilaku manusia ialah segala kegiatan yang dilakukan oleh manusia, baik yang secara langsung dapat diamati berjalan, melompat, menulis, duduk, berbicara, dan sebagainya maupun yang tidak dapat diamati secara langsung seperti berfikir, perasaan, motivasi dan sebagainya. Ilmu hanya menangani hingga menganalisis fakta-fakta yang dapat diamati, yang dapat dilihat, didengar, diraba, diukur dan dilaporkan, yang semuanya merupakan perilaku yang terbuka. Melalui observasi dari perilaku terbuka kita kita menafsirkan tentang perilaku yang tertutup. C. PERILAKU MANUSIA DIPELAJARI DALAM PERANNYA SEBAGAI TENAGA KERJA DAN SEBAGAI KONSUMEN. Manusia dipelajari dalam interaksi dengan pekerjaannya, dengan lingkungan fisik dan lingkungan psiko-sosialnya di pekerjakaannya. Sebagai tenaga kerja manusia menjadi anggota organisasi industri dan sebagai konsumen ia menjadi pengguna dari produk atau jasa dari organisasi perusahaan. D. PERILAKU MABNUYSIA DIPELAJARI SECARA PERORANGAN DAN SECARA KELOMPOK. Dalam organisasi ada unit kerja. Unit kerja yang besar terdiri dari unit-unit kerja yang lebih kecil dan masing-masing terdiri dari unit kerja yang lebih kecil lagi. Dalam hubungan ini dipelajari bagaimana dampak satu kelompok atau unit kerja terhadap perilaku seorang tenaga kerja dan sebaliknya. Juga dipelajari sejauh mana struktur, pola dan jenis organisasi mempengaruhi tenaga kerjanya, terhadap kelompok tenaga kerja dan terhadap seorang tenaga kerja. Tentang konsumen dapat berbentuk, sejauh mana ada reaksi yang sma dari kelompok konsumen dengan ciri-ciri tertentu terhadap iklan suatu produk. Berdasarkan temuan dikembangkan teori aturan-aturan atau hukum dan prinsip-prinsip yang dapat diterapkan kembali kedalam kegiatan-kegiatan industri dan organisasi untuk kepentingan tenaga kerja, konsumen dan organisasinya dan untuk menguji ketepatannya. Contohnya ditemukannya data tentang perbadaan manager yang berhasil dan yang tidak. WAWASAN PSIKOLOGI INDUSTRI DAN ORGANISASI Psikologi industri dan organisasi berhubungan dengan industri dan organisasi. Semua ilmu ini dinamakan psikologi industri yang fungsi utamanya menerapkan ilmu psikologi di industri. Dengan berkembangya psikologi industri menjadi ilmu yang mandiri maka namanya menjadi psikologi industri dan (psikologi) organisasi. Dengan organisasi dimaksudkan organisasi formal yang mencakup organisasi yang mencari keuntungan, memproduksi barang atau jasa, dan organisasi yang tujuan utamanya bukan mencari keuntungan. Organisasi dapat dipandang sebagai suatu sistim yang terbuka. Kast dan Rosenzweig mengartikan sistim sebagai suatu kesatuan keseluruhan yang terorganisasi, yang terdiri dari dua atau lebih bagian, komponen atau subsistem, yang saling tergantung, yang dipisahkan dari suprasistim sebagai lingkungannya oleh batas-batas yang dapat ditemu kenali. Sistim berinteraksi dengan sistim lainnya dan membentuk suatu suprasistim. Sistim juga terdiri dari dua atau lebih subsistim yang saling beriteraksi, dan masing-masing subsistim terdiri dari sistim yang lebih kecil lagi yang saling berinteraksi dan seterusnya. Dengan demikian dapat ditemukan suatu tata tingkat dari sistim. Organisasi sebagai suatu sistim terdiri dari subsistim, yaitu satuan kerja yang besar seperti devisi atau urusan. Satuan kerja yang besar ini terdiri dari satuan-satuan kerja yang lebih kecil (Sub-subsistim) seperti bagian. Setiap bagian terdiri dari satuan kerja yang lebih kecil lagi, misalnya seksi dan satuan kerja yang terkecil ialah tenaga kerja. Organisasi industri berinteraksi dengan sistim lain dan masing-masing unit memberi dampak yang tersendiri pada lingkungannya. Dengan demikian setiap sistim membuat organisasi industri sebagai sistim berada dalam proses pertukaran yang sambung menyambung dengan lingkungannya, yaitu sistim terbuka. Sistim juga mempunyai batas yang dapat berupa fisik maupun nonfisik. Batas sistim mempunyai fungsi seleksi dan pengendalian terhadap macam dan banyaknya arus dari masukan dan keluaran. Obyek yang dipelajari oleh psikolog industri dan organisasi adalah perilaku manusia sebagai tenaga kerja dan sebagai konsumen dalam kaitan: a. Fungsi batas sistim Yaitu secara perorangan atau secara kelompok seperti - Pelamar/calon tenaga kerja - Tenaga kerja yang terlibat dalam proses pengadaan dan seleksi tenaga kerja - Tenaga kerja yang terlibat dalam proses pengendalian mutu, pemasaran dan penjualan - Konsumen, perorangan maupun perusahaan b. Proses produksi dalam sistim seperti: - Tenaga kerja pelaksana yang dikelola - Tenaga kerja pengelola (Manager). Seleksi pelatihan dan pengembangan sasarannya agar tenaga kerja disesuaikan dengan tuntutan lingkungan kerjanya. Kondisi kerja dan psikologi kerekayasaan berusaha untuk menyesuaikan lingkungan kerja fisik, mesinmesin, peralatan dan lingkungan kerja psikologis dengan keterbatasan kemampuan para tenaga kerjanya, agar mereka dapat bekerja efesien. Hubungan antar tenaga kerja dapat saja menimbulkan berbagai masalah dan konflik yang memerlukan penyelesaian. Pengembangan organisasi dengan berbagai jenis teknik intervensi dapat mengatasi berbagai masalah sehingga organisasi dapat meningkatkan efisiensi, efektivitas dan “kesehatannya”. A. KAITAN DENGAN PERILAKU KEORGANISASIA (ORGANIZATIONAL BEHAVIOR). Psikologi industri dan organisasi sangat erat hubungannya dengan perilaku keorganisasian. Kesamaan dalam bidang kajian terletak pada mempelajari perilaku manusia: a. Dalam perannya sebagai tenaga kerja dan sebagai konsumen b. Baik secara perorangan maupun secara kelompok. Untuk kepentingan dan kemanfaatan manusianya dan organisasinya. Sebagai tenaga kerja perilaku dipelajari untuk menemukenali kepribadian, kecakapan-kecakapan, keterampilan, sikap dan ciri-ciri kepribadian: 1. Dengan tujuan khusus untuk diseleksi dan penempatan, untuk pelatihan dan pengembangan 2. Dalam interaksi dengan lingkungan fisiknya 3. Dalam interaksi dengan lingkungan sosialnya. Perilaku organisasi lebih berfokus pada no. 3 B. KAITANNYA DENGAN MANAGER SUMBER DAYA MANUSIA Di Indonesia kebanyakan orang sukar dapat membedakan antara psikologi industri dan organisasi dan managemen sumber daya manusia. Obyek studinya ialah sama yaitu manusia sebagai tenaga manusia. Perbadaan utama terletak pada kondisi dimana manusia sebagai tenaga dipelajari kerja. Pada managemen sumber daya manusia, perilaku manusia dipelajari dalam kaitannya dengan managemen dan bagaimana manusia sebagai tenaga kerja dapat dimanagement secara efektif menjadi pokok bahasan. Topik-topik yang sama ialah seleksi tenaga kerja, pelatihan, motivasi dan kepemimpinan, tetapi masing-masing ditangani dengan cara berbeda. Managemen sumber daya manusia bekerja berdasarkan effisiensi dan efektivitas kerja sedangkan psikologi industri berdasarkan mencari ciri-ciri yang absah pada manusia.
Berbagai macam prosedur, alat-alat dan teknik-teknik telah dikembangkan untuk membantu Psikologi Industri Organisasi dalam menangani masalah secara efektif. Terdapat tiga buah elemen penting yang akan diukur, yaitu pekerja, pekerjaanya, dan konteks pekerjaan.Dalam kaitanya dengan pekerja maka dikembangkan berbagai tes untuk mengukur perbedaan individual seperti tes intelegensi, tes kepribadian, alat ukur nilai dan berbagai alat ukur lainnya. Jika untuk mengukur aspek pekerjaanya menggunakan prosedur analisis jabatan (job analysis). Untuk mengukur konteks pekerjaan telah dikembangkan berbagai prosedur dan alat tes untuk mengenali budaya organisasi, iklim organisasi, design organisasi, sistem imbalan dalam organisasi dan lain-lain. Denganadanya psikologi ini dapat meningkatkan komitmen organisasi bagi jabatan atas maupun bawah. Pengertian Komitmen mneurut beberapa para ahli, sebagi berikut:
1. Pengertian Komitmem Organisasi Komitmen organisasi menurut Mowday, Steers, & Porter, dalam Spector, 2000). Steers (1988) dapat didefinisikan sebagai berikut:
(1) keinginan yang kuat untuk berada atau tetap tinggal menjadi anggota dari organisasi
(2) kerelaan untuk mengerahkan usaha yang besar untuk kepentingan organisasi
(3) keyakinan, dan penerimaan dari nilai dan tujuan organisasi. Dengan kata lain, komitmen organisasi adalah sikap yang merefleksikan kesetiaan karyawan terhadap organisasi berpendapat bahwa komitmen organisasi merupakan kondisi dimana pegawai sangat tertarik terhadap tujuan, nilai-nilai, dan sasaran organisasinya. Komitmen terhadap organisasi artinya lebih dari sekedar keanggotaan formal, karena meliputi sikap menyukai organisasi dan kesediaan untuk mengusahakan tingkat upaya yang tinggi bagi kepentingan organisasi demi pencapaian tujuan.
Selain itu, komitmen organisasi didefinisikan sebagai rasa identifikasi (kepercayaan terhadap nilai-nilai organisasi), keterlibatan (kesediaan untuk berusaha sebaik mungkin demi kepentingan organisasi) dan loyalitas (keinginan untuk tetap menjadi anggota organisasi yang bersangkutan) yang dinyatakan oleh seorang pegawai terhadap organisasinya. Dengan adanya  keterlibatan dan loyalitas tersebut, maka karyawan yang memiliki komitmen organisasi akan menunjukkan adanya rasa penerimaan terhadap nilai-nilai dan tujuan organisasi, memiliki kesiapan dan kesediaan untuk berusaha dengan sungguh-sungguh atas nama organisasi dan memiliki keinginan untuk mempertahankan keanggotaan dalam organisasi (menjadi bagian dari organisasi). Berdasarkan penjelasan yang telah dikemukakan diatas dapat diketahui bahwa komitmen organisasi merupakan variabel sikap dalam dunia kerja. Komitmen organisasi merupakan proses pada individu (karyawan) dalam mengidentifikasikan dirinya dengan nilai-nilai, aturan-aturan, dan tujuan organisasi. Komitmen organisasi ini meliputi hubungan yang aktif antara karyawan dengan organisasi. Karyawan yang memiliki komitmen organisasi tinggi akan bersedia memberikan sesuatu atas kemauan sendiri agar dapat mendukung tercapainya tujuan organisasi.
2. Karakteristik Individu yang memiliki Komitmen Organisasi Mowday, Porter dan Steers (1983) mengemukakan bahwa komitmen organisasi lebih dikenal sebagai suatu pendekatan sikap terhadap organisasi. Komitmen organisasi ini memiliki dua komponen yaitu sikap dan kehendak untuk bertingkah laku.
(1) Penerimaan tujuan organisasi,
(2) Keterlibatan sesuai peran dan tanggungjawab pekerjaan di organisasi tersebut.
(3) Kehangatan, afeksi dan loyalitas terhadap organisasi merupakan evaluasi terhadap komitmen, serta adanya ikatan emosional dan keterikatan antara organisasi dengan pegawai.
3. Tipe-tipe Komitmen Karyawan terhadap Organisasi Komitmen organisasi yang dikemukakan oleh Allen dan Meyer (1990) memiliki tiga komponen organisasi yaitu: komitmen afektif (affective commitment), komitmen kontinuans (continuance commitment), dan komitmen normative (normative commitment). Hal yang umum dari ketiga komponen komitmen ini adalah dilihatnya komitmen sebagai kondisi psikologis yang:
1) Menggambarkan hubungan individu dengan organisasi, dan
2) Mempunyai implikasi dalam keputusan untuk meneruskan atau tidak keanggotaannya dalam organisasi.
Komitmen organisasi maupun hubungan organisasi adalah kontribusi individu yang mendalam melebihi tuntutan peran dan perilaku yang bersifat sukarela, bukan tindakan yang terpaksa terhadap hal-hal yang mengedepankan kepentingan organisasi. Perilaku menolong keryawan lain secara sukarela, memberikan saran membangun demi kemajuan organisasi, menghadiri setiap kegiatan yang dilakukan organisasi, datang tepat waktu, mempertimbangkan nasehat atau saran dari karyawan lain sebelum mengambil keputusan dan tidak mengeluh apabila ada kondisi yang kurang ideal yang ada di dalam organisasi. Komitmen karyawan dan hubungan organisasi merupakan salah satu kunci yang turut menentukan berhasil tidaknya suatu organisasi untuk mencapai tujuannya. Karyawan yang mempunyai komitmen kepada organisasi biasanya mereka menunjukan sikap kerja yang penuh perhatian terhadap tugasnya, mereka sangat memiliki tanggung jawab untuk melaksanakan tugas-tugas serta sangat loyal terhadap perusahaan. Dalam komitmen terkandung keyakinan, pengikat, yang akan menimbulkan energi untuk melakukan yang terbaik. Secara nyata, komitmen berdampak kepada performansi kerja sumber daya manusia, dan pada akhirnya juga sangat berpengaruh terhadap kinerja suatu perusahaan. Karena itu peran sumber daya manusia, khususnya jajaran manajemen dari lini dasar sampai lini puncak harus mampu berperan sebagai penggerak untuk mewujudkan misi dan tujuan perusahaan.



DAFTAR PUSTAKA

Munadar, Ashar Sunyoto.2001. Psikologi Industri dan Organisasi.Jakarta: Universitas Indonesia
http://rumahbelajarpsikologi.com/index.php/area-terapan-mainmenu-30/organisasi-mainmenu-66/komitmen-organisasi-mainmenu-70;24 Desember 2011; 20.26
http://staff.ui.ac.id/internal/131998622/material/Arisan86-KomitmenOrganisasi-Liche.pdf; 24 Desember 2011, 19.43
http://eprints.binadarma.ac.id/1587/1/PSIKOLOGI%20INDUSTRI%20MATERI%201.pdf. diakses pada tanggal 25 januari 2016


Tidak ada komentar:

Posting Komentar