Sabtu, 26 Desember 2015

TUGAS METODE PENELITIAN

PROPOSAL PENELITIAN HUBUNGAN ANTARA LINGKUNGAN PERUSAHAAN PEKERJA DAN ATASAN TERHADAP KINERJA PEKERJA
PT. INDOMARCO
Tugas ini diajukkan untuk memenuhi kriteria penilaian
mata kuliah metode penelitian

                                                  




Disusun Oleh:
Adi Fiky Zulkarnain 30413184
3ID04

  

FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
JURUSAN TEKNIK INDUSTRI
UNIVERSITAS GUNADARMA
DEPOK
2015



1.             Latar Belakang Masalah
Perkembangan globalisasi yang terjadi saat ini memberikan dampak yang signifikan bagi kelangsungan hidup organisasi. Dari globablisasi tersebut informasi-informasi diberikan. Informasi ini sangat membantu untuk sumber daya manusia departemen dan pengawas perusahaan yang harus membuat program pelatihan, dan manfaat sistem umpan balik, dan membuat keputusan perekrutan serta terlibat dalam praktek-praktek perekrutan. Sebagian besar perusahaan menggunakan psikolog industri untuk melatih staf mereka sendiri sehingga organisasi dapat berjalan lancar dan pada kapasitas puncak. Dan globalisasi telah menyebabkan terjadinya perubahan-perubahan yang begitu cepat di dalam bisnis, yang menuntut organisasi untuk lebih mampu beradaptasi, mempunyai ketahanan, mampu melakukan perubahan arah dengan cepat, dan memusatkan perhatiannya kepada pelanggan, hubungan organisasi. Industri dapat digunakan untuk mengurangi perilaku kontraproduktif, meningkatkan efektivitas tim, dan meningkatkan semangat. Hal ini juga penting dalam resolusi konflik . Banyak orang menemukan beban ketidakpuasan kerja mereka berakar dalam hubungan mereka dengan manajer dan rekan. Untungnya, psikologi industri menyediakan solusi untuk ini. Dengan mendokumentasikan titik-titik kunci, psikolog industri memiliki kemampuan untuk membantu organisasi meningkatkan fungsi mereka dan mendirikan sebuah sistem yang mendorong pertumbuhan bagi perusahaan dan karyawan. Dalam mendirikan seubuah sistem karyawan memeliki hubungan trhadap organisasi tersebut. Keterkaitan karyawan terhadap organisasi tempatnya bekerja atau komitmen organisasi dimana diperlukan sebagai salah satu indikator kinerja karyawan. Karyawan dengan komitmen yang tinggi dapat diharapkan akan memperlihatkan kinerja yang optimal dan maksimal.
Komitmen organisasi itu sendiri mempunyai tiga komponen yaitu keyakinan yang kuat dari seseorang dan penerimaan tujuan organisasi, kemauan seseorang untuk berusaha keras bergantung pada organisasi, dan keinginan seseorang yang terbatas untuk mempertahankan keanggotaan. Semakin kuat komitmen, semakin kuat kecenderungan seseorang untuk diarahkan pada tindakan sesuai dengan standar. Banyak peneliti mengatakan bahwa produktivitas kerja dipengaruhi oleh sikap dan kinerja karyawan dalam organisasi tersebut.
Kinerja karyawan yang tinggi dapat dicapai dengan meningkatkan perilaku Intra-role. Yang dimana setiap karyawan yang memiliki komitmen kuat terhadap organisasinya merupakan suatu modal dalam mencapai tujuan organisasi, sehingga memberikan manfaat maksimal bagi organisasi. Komitmen kayawan yang diberikan kepada organisasi juga diperlukan untuk menyelesaikan masalah-masalah internal organisasi seperti berkurangnya biaya kegiatan operasional dan konflik dalam organisasi. Komitmen yang kuat memungkinkan setiap karyawan untuk berusaha menghadapi tantangan dan tekanan yang ada. Keberhasilan dalam menghadapi tantangan tersebut akan menumbuhkan rasa kebanggaan tersendiri terhadap organisasinya. Bentuk kontribusi individu ditempat kerja yang dilakukan diluar tugas akan meningkatkan komitmen setiap anggota organisasi hubungan organisasi sehingga kepuasan kerja akan tercapai. Maka dari itu,mempelajari Psikologi Industri Organisasi merupakan suatu subdisplin dari ilmu psikologi yang mempelajari perilaku manusia dalam suatu konteks organisasi, apakah organisasi industri ataukah organisasi nirlaba, serta pengaruh timbal balik antara individu dan organisasi tempatnya berkarya. Dalam kenyataan praktis, Psikologi Industri Organisasi saling tumpang tindih dengan disiplin ilmu lain. Society of Industrial and Organizational Psychology (SIOP) memberikan beberapa para meter yang membedakan Psikologi Industri Organisasi dengan specialty lain dalam disiplin psikologi.

2.             Perumusan Masalah
Adapun rumusan masalah ini, yaitu:
a.       Bagaimana perilaku karyawan mempengaruhi individu lain pada pekerjaan dan organisasi secara umum ?
b.      Apakah ada hubungan yang memepengaruhi kinerja suatu pegawai terhadap hubungan organisasi maupun komitmen organisasi ?

                                                                                                                
3.             Tujuan Penelitian
Adapun tujuan penelitian ini, sebagai berikut:
a.       Melihat bagaimana hubungan antara organisasi terhadap kinerja pegawai.
b.      Komitmen Organisasi terhadap kinerja pegawai terhadap kinerja pegawai.

4.             Batasan Penelitian
         Pembatasan masalah berguna agar pada saat pengamatan tidak terjadi penyimpangan pembahasan masalah yang diinginkan. Berikut ini merupakan pembatasan masalah.
a.       Penelitian dilakukan pada sebuah perusahaan
b.      Penelitian dilakukan kepada seorang pekerja
c.       Penelitian dilakukan kepada seorang pimpinan perusahaan
d.      Penelitian dilakukan secara langsung dan wawancara ditempat

5.             Metode Penelitian
Psikologi Industri adalah cabang yang relatif baru psikologi yang diciptakan untuk perusahaan dan organisasi yang dibutuhkan struktur yang lebih. Psikologi Industri mampu menyediakan struktur ini dengan menilai perilaku karyawan demi kebaikan perusahaan. Hal ini sering disebut sebagai organisasi psikologi karena penekanannya pada analisis individu yang bekerja untuk berbagai organisasi. Pada dasarnya, psikologi industri mempelajari perilaku karyawan dalam lingkungan kerja. Walaupun psikologi industri tidak dimulai sampai tahun 1920-an, disiplin telah berkembang pesat dan merevolusi tempat kerja dalam abad terakhir. Karena tempat kerja adalah suatu sistem sosial, penerapan cabang ilmu psikologi ini berguna dalam memahami kompleksitasnya.
Psikolog telah mempelajari bagaimana manusia makhluk telah berinteraksi dengan lingkungan mereka dan satu sama lain, tetapi psikologi industri mulai mengevaluasi interaksi antara orang-orang dan pekerjaan mereka. Psikologi Industri dapat digunakan untuk meningkatkan kepuasan kerja serta produktivitas perusahaan dan menjadi penting bagi keberhasilan suatu organisasi. Psikologi Industri mengacu pada proses perilaku pada suatu organisasi, misalnya ketika mengevaluasi hubungan seseorang dengan pekerjaan mereka. Mereka menganalisis cara seseorang bekerja, keterampilan mereka, tugas, kewajiban, dan umum kepuasan dengan pekerjaan mereka sehari-hari.
Berbagai macam prosedur, alat-alat dan teknik-teknik telah dikembangkan untuk membantu Psikologi Industri Organisasi dalam menangani masalah secara efektif. Terdapat tiga buah elemen penting yang akan diukur, yaitu pekerja, pekerjaanya, dan konteks pekerjaan.Dalam kaitanya dengan pekerja maka dikembangkan berbagai tes untuk mengukur perbedaan individual seperti tes intelegensi, tes kepribadian, alat ukur nilai dan berbagai alat ukur lainnya. Jika untuk mengukur aspek pekerjaanya menggunakan prosedur analisis jabatan (job analysis). Untuk mengukur konteks pekerjaan telah dikembangkan berbagai prosedur dan alat tes untuk mengenali budaya organisasi, iklim organisasi, design organisasi, sistem imbalan dalam organisasi dan lain-lain. Denganadanya psikologi ini dapat meningkatkan komitmen organisasi bagi jabatan atas maupun bawah. Pengertian Komitmen mneurut beberapa para ahli, sebagi berikut:
1. Pengertian Komitmem Organisasi Komitmen organisasi menurut Mowday, Steers, & Porter, dalam Spector, 2000). Steers (1988) dapat didefinisikan sebagai berikut:
(1) keinginan yang kuat untuk berada atau tetap tinggal menjadi anggota dari organisasi
(2) kerelaan untuk mengerahkan usaha yang besar untuk kepentingan organisasi
(3) keyakinan, dan penerimaan dari nilai dan tujuan organisasi. Dengan kata lain, komitmen organisasi adalah sikap yang merefleksikan kesetiaan karyawan terhadap organisasi berpendapat bahwa komitmen organisasi merupakan kondisi dimana pegawai sangat tertarik terhadap tujuan, nilai-nilai, dan sasaran organisasinya. Komitmen terhadap organisasi artinya lebih dari sekedar keanggotaan formal, karena meliputi sikap menyukai organisasi dan kesediaan untuk mengusahakan tingkat upaya yang tinggi bagi kepentingan organisasi demi pencapaian tujuan.
Selain itu, komitmen organisasi didefinisikan sebagai rasa identifikasi (kepercayaan terhadap nilai-nilai organisasi), keterlibatan (kesediaan untuk berusaha sebaik mungkin demi kepentingan organisasi) dan loyalitas (keinginan untuk tetap menjadi anggota organisasi yang bersangkutan) yang dinyatakan oleh seorang pegawai terhadap organisasinya. Dengan adanya  keterlibatan dan loyalitas tersebut, maka karyawan yang memiliki komitmen organisasi akan menunjukkan adanya rasa penerimaan terhadap nilai-nilai dan tujuan organisasi, memiliki kesiapan dan kesediaan untuk berusaha dengan sungguh-sungguh atas nama organisasi dan memiliki keinginan untuk mempertahankan keanggotaan dalam organisasi (menjadi bagian dari organisasi). Berdasarkan penjelasan yang telah dikemukakan diatas dapat diketahui bahwa komitmen organisasi merupakan variabel sikap dalam dunia kerja. Komitmen organisasi merupakan proses pada individu (karyawan) dalam mengidentifikasikan dirinya dengan nilai-nilai, aturan-aturan, dan tujuan organisasi. Komitmen organisasi ini meliputi hubungan yang aktif antara karyawan dengan organisasi. Karyawan yang memiliki komitmen organisasi tinggi akan bersedia memberikan sesuatu atas kemauan sendiri agar dapat mendukung tercapainya tujuan organisasi.

2. Karakteristik Individu yang memiliki Komitmen Organisasi Mowday, Porter dan Steers (1983) mengemukakan bahwa komitmen organisasi lebih dikenal sebagai suatu pendekatan sikap terhadap organisasi. Komitmen organisasi ini memiliki dua komponen yaitu sikap dan kehendak untuk bertingkah laku.
(1) Penerimaan tujuan organisasi,
(2) Keterlibatan sesuai peran dan tanggungjawab pekerjaan di organisasi tersebut.
(3) Kehangatan, afeksi dan loyalitas terhadap organisasi merupakan evaluasi terhadap komitmen, serta adanya ikatan emosional dan keterikatan antara organisasi dengan pegawai.

3. Tipe-tipe Komitmen Karyawan terhadap Organisasi Komitmen organisasi yang dikemukakan oleh Allen dan Meyer (1990) memiliki tiga komponen organisasi yaitu: komitmen afektif (affective commitment), komitmen kontinuans (continuance commitment), dan komitmen normative (normative commitment). Hal yang umum dari ketiga komponen komitmen ini adalah dilihatnya komitmen sebagai kondisi psikologis yang:
1) Menggambarkan hubungan individu dengan organisasi, dan
2) Mempunyai implikasi dalam keputusan untuk meneruskan atau tidak keanggotaannya dalam organisasi.

Komitmen organisasi maupun hubungan organisasi adalah kontribusi individu yang mendalam melebihi tuntutan peran dan perilaku yang bersifat sukarela, bukan tindakan yang terpaksa terhadap hal-hal yang mengedepankan kepentingan organisasi. Perilaku menolong keryawan lain secara sukarela, memberikan saran membangun demi kemajuan organisasi, menghadiri setiap kegiatan yang dilakukan organisasi, datang tepat waktu, mempertimbangkan nasehat atau saran dari karyawan lain sebelum mengambil keputusan dan tidak mengeluh apabila ada kondisi yang kurang ideal yang ada di dalam organisasi. Komitmen karyawan dan hubungan organisasi merupakan salah satu kunci yang turut menentukan berhasil tidaknya suatu organisasi untuk mencapai tujuannya. Karyawan yang mempunyai komitmen kepada organisasi biasanya mereka menunjukan sikap kerja yang penuh perhatian terhadap tugasnya, mereka sangat memiliki tanggung jawab untuk melaksanakan tugas-tugas serta sangat loyal terhadap perusahaan. Dalam komitmen terkandung keyakinan, pengikat, yang akan menimbulkan energi untuk melakukan yang terbaik. Secara nyata, komitmen berdampak kepada performansi kerja sumber daya manusia, dan pada akhirnya juga sangat berpengaruh terhadap kinerja suatu perusahaan. Karena itu peran sumber daya manusia, khususnya jajaran manajemen dari lini dasar sampai lini puncak harus mampu berperan sebagai penggerak untuk mewujudkan misi dan tujuan perusahaan.
a.         Jenis Pengamatan
       Pengamatan yang akan dilakukan merupakan sebuah pengamatan sederhana hanya menggunakan objek pengamatan yang relatif sedikit.
b.        Sampel Penelitian
       Sampel yang digunakan dalam pengamatan ini berjumlah tiga yaitu pekerja perusahaan, pimpinan perusahaan, sistem perusahaan.
c.         Lokasi Penelitian
       Lokasi penelitian dilakukan disalah satu minimarket yang berada di wilayah Bogor
d.        Teknik Pengumpulan Data
       Teknik pengumpulan data yang dilakukan pada pengamatan ini menggunakan dua cara yaitu dengan pengamatan langsung pada objek serta wawancara pada pekerja dan pimpinan perusahaan.
e.         Instrumen Penelitian.
       Alat bantu yang digunakan untuk melakukan pengamatan yaitu beberapa kriteria yang akan kami nilai dari objek serta beberapa pertanyaan yang akan diajukkan saat wawancara.
  
6.             Rencana Waktu Penelitian
Penelitian dilakukan selama 4 (empat) hari yaitu pada tanggal 12 Desember 2015 – 15 Desember di PT Indomarco yang berlokasi di Jl. Laladon Baru, Kec.Ciomas, Kab. Bogor-Jawa Barat. Berikut adalah jadwal kegiatan kerja praktek yang akan dilakukan pada PT Indomarco



Tabel Jadwal Rencana Waktu Penelitian
NO
KEGIATAN
Desember 2015
12
13
14
15
1
Persiapan ke lapangan, pengenalan dengan lingkungan, perkerja dan pimpinan perusahaan.



2
Mempelajari gambaran umum perusahaan


3
Melakukan wawancara dengan pihak yang terkait


4
Mengidentifikasi masalah-masalah yang hubungan antara lingkungan perusahaan, pekerja dengan atasannya


5
Pengumpulan data yang dibutuhkan


6
Pemeriksaan hasil


7
Menyusun laporan


           





DAFTAR PUSTAKA

Munadar, Ashar Sunyoto.2001. Psikologi Industri dan Organisasi.Jakarta: Universitas Indonesia
http://rumahbelajarpsikologi.com/index.php/area-terapan-mainmenu-30/organisasi-mainmenu-66/komitmen-organisasi-mainmenu-70;24 Desember 2011; 20.26
http://staff.ui.ac.id/internal/131998622/material/Arisan86-KomitmenOrganisasi-Liche.pdf;24 Desember 2011, 19.43


Tidak ada komentar:

Posting Komentar