Laporan ini disusun untuk memenuhi kriteria penilaian Mata Kuliah Dasar Umum Ilmu Budaya Dasar
Tugas Ketiga
Universitas Gunadarma
2013
Nama : Adi Fiky Zulkarnain
NPM : 30413184
Jurusan/Kelas : Teknik Industri / 1ID06
Dosen Pembimbing : Afifudin,S.Th.I.,MA.Hum
Kata Pengantar
Assalamualaikum Wr.Wb.
Alhamdulillah puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah rahmat dan karunia-Nya kepada penulis sehingga penulis bisa menyelesaikan tugas penelitian singkat Ilmu Budaya Dasar ini. Saya sampaikan terima kasih kepada bapak Afifudin,S.Th.I.,MA.Hum selaku dosen pembimbing Ilmu Budaya Dasar. Tidak lupa juga penulis berterima kasih kepada orangtua penulis, para blogger dan teman-teman yang namanya tidak bisa saya sebutkan satu-persatu yang telah membantu penulis menjadi sumber beberapa bab pada materi Ilmu Budaya Dasar untuk menyelesaikan makalah ini. Dengan disusunnya tugas ini penulis berharap generasi muda punya kesadaran terhadap budaya indonesia untuk lebih mencintai dan menjaga kelestarian budaya sehingga tidak direbut oleh bangsa lain, khususnya diri penulis sendiri.
Wassalamualaikum Wr.Wb.
Bogor,22 Desember 2013
Penulis
BAB 1
Manusia dan Kebudayaan
Manusia adalah makhluk hidup yang selalu membutuhkan komunikasi dengan sesamanya agar ia dapat menjaga kelangsungan kehidupan sosialnya. Manusia tidak mungkin memenuhi kebutuhan hidupnya tanpa memerlukan orang lain karena manusia menjalankan peranannya dengan menggunakan bahasa untuk mengkomunikasikan pemikiran dan perasaannya. Manusia tidak dapat menyadari individualitas, kecuali melalui medium kehidupan sosial.
Esensi manusia sebagai makhluk sosial pada dasarnya adalah kesadaran manusia tentang status dan posisi dirinya adalah kehidupan bersama, serta bagaimana tanggungjawab dan kewajibannya di dalam kebersamaan.
Pengertian manusia menurut beberapa ahli :
Ø NICOLAUS D. & A. SUDIARJA
Manusia adalah bhineka, tetapi tunggal. Bhineka karena ia adalah jasmani dan rohani akan tetapi tunggal karena jasmani dan rohani merupakan satu barang.
Manusia adalah bhineka, tetapi tunggal. Bhineka karena ia adalah jasmani dan rohani akan tetapi tunggal karena jasmani dan rohani merupakan satu barang.
Ø ABINENO J. I
Manusia adalah “tubuh yang berjiwa” dan bukan “jiwa abadi yang berada atau yang terbungkus dalam tubuh yang fana”.
Manusia adalah “tubuh yang berjiwa” dan bukan “jiwa abadi yang berada atau yang terbungkus dalam tubuh yang fana”.
Ø UPANISADS
Manusia adalah kombinasi dari unsur-unsur roh (atman), jiwa, pikiran dan prana atau badan fisik.
Manusia adalah kombinasi dari unsur-unsur roh (atman), jiwa, pikiran dan prana atau badan fisik.
Ø SOCRATES
Manusia adalah mahluk hidup berkaki dua yang tidak berbulu dengan kuku datar dan lebar.
Manusia adalah mahluk hidup berkaki dua yang tidak berbulu dengan kuku datar dan lebar.
Ø KEES BERTENS
Manusia adalah suatu mahluk yang terdiri dari 2 unsur yang kesatuannya tidak dinyatakan.
Manusia adalah suatu mahluk yang terdiri dari 2 unsur yang kesatuannya tidak dinyatakan.
Ø I WAYAN WATRA
Manusia adalah mahluk yang dinamis dengan trias dinamikanya, yaitu cipta, rasa dan karsa.
Manusia adalah mahluk yang dinamis dengan trias dinamikanya, yaitu cipta, rasa dan karsa.
Ø OMAR MOHAMMAD AL-TOUMY AL-SYAIBANY
Manusia adalah mahluk yang paling mulia, manusia adalah mahluk yang berfikir dan manusia adalah mahluk yang memiliki 3 dimensi (badan, akal dan ruh), manusia dalam pertumbuhannya dipengaruhi faktor keturunan dan lingkungan.
Manusia adalah mahluk yang paling mulia, manusia adalah mahluk yang berfikir dan manusia adalah mahluk yang memiliki 3 dimensi (badan, akal dan ruh), manusia dalam pertumbuhannya dipengaruhi faktor keturunan dan lingkungan.
Ø ERBE SENTANU
Manusia adalah mahluk sebaik-baiknya ciptaan-Nya. Bahkan bisa dibilang manusia adalah ciptaan Tuhan yang paling sempurna dibandingkan dengan mahluk yang lain.
Manusia adalah mahluk sebaik-baiknya ciptaan-Nya. Bahkan bisa dibilang manusia adalah ciptaan Tuhan yang paling sempurna dibandingkan dengan mahluk yang lain.
Ø PAULA J. C & JANET W. K
Manusia adalah mahluk terbuka, bebas memilih makna dalam situasi, mengemban tanggung jawab atas keputusan yang hidup secara kontinu serta turut menyusun pola berhubungan dan unggul multidimensi dengan berbagai kemungkinan.
Manusia adalah mahluk terbuka, bebas memilih makna dalam situasi, mengemban tanggung jawab atas keputusan yang hidup secara kontinu serta turut menyusun pola berhubungan dan unggul multidimensi dengan berbagai kemungkinan.
Pengertian Hakekat Manusia
Hakekat manusia adalah sebagai berikut :
a. Makhluk yang memiliki tenaga dalam yang dapat menggerakkan hidupnya untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhannya.
b. Individu yang memiliki sifat rasional yang bertanggung jawab atas tingkah laku intelektual dan sosial.
c. Individu yang mampu mengarahkan dirinya ke tujuan yang positif mampu mengatur dan mengontrol dirinya dan mampu menentukan nasibnya.
d. Makhluk yang dalam proses menjadi berkembang dan terus berkembang tidak pernah selesai (tuntas) selama hidupnya.
e. Individu yang dalam hidupnya selalu melibatkan dirinya dalam usaha untuk mewujudkan dirinya sendiri, membantu orang lain dan membuat dunia lebih baik untuk ditempati.
f. Suatu keberadaan yang berpotensi yang perwujudannya merupakan ketakterdugaan dengan potensi yang tak terbatas.
g. Makhluk Tuhan yang berarti ia adalah makhluk yang mengandung kemungkinan baik dan jahat.
h. Individu yang sangat dipengaruhi oleh lingkungan turutama lingkungan sosial, bahkan ia tidak bisa berkembang sesuai dengan martabat kemanusiaannya tanpa hidup di dalam lingkungan sosial.
Kepribadian Bangsa Timur
Manusia merupakan makhluk sosial yang tidak dapat berdiri sendiri. Manusia membutuhkan manusia lainnya untuk dapat berinteraksi dan bertahan hidup. Hal tersebut benar – benar dianut oleh masyarakat pada bangsa timur terutama Indonesia. Rasa kebersamaan yang kuat bisa dibilang sebagai kepribadian bangsa. Segala sesuatu yang terdapat di dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki masyarakat itu. Di Indonesia banyak sekali kebudayaan dan kepribadian, karena seperti yang kita tahu bahwa Indonesia memiliki beragam suku sehingga sudah pasti kebudayaannya pun berbeda.
Sistem ideologi yang ada biasanya meliputi etika, norma, adat istiadat, peraturan hukum yang berfungsi sebagai pengarahan dan pengikat perilaku manusia atau masyarakat agar sesuai dengan kepribadian bangsa yang sopan, santun, ramah dan tidak melakukan hal – hal yang dapat mencoreng kepribadian bangsa. Sistem sosial meliputi hubungan dan kegiatan sosial di dalam masyarakat. Sistem teknologi meliputi segala perhatian serta penggunaanya, sesuai dengan nilai budaya yang berlaku. Pada saat unsur masing-masing kebudayaan saling menyusup. Proses migrasi besar-besaran dahulu kala mempermudah berlangsungnya akulturasi tersebut.
Pada dasarnya masyarakat daerah timur dengan contoh Indonesia, sangat terbuka dan toleran terhadap bangsa lain, tetapi selama masih sesuai dengan norma, etika serta adat istiadat yang ada di Indonesia. Pada umumnya unsur-unsur kebudayaan asing yang mudah diterima adalah unsur kebudayaan kebendaan seperti peralatan yang terutama sangat mudah dipakai dan dirasakan sangat bermanfaat bagi masyarakat yang menerimanya. Contohnya : Handphone, komputer dan peralatan elektronik lainnya. Namun ada pula unsur-unsur kebudayaan asing yang sulit diterima, misalnya:
1.Unsur-unsur yang menyangkut sistem kepercayaan seperti ideologi,falsafah hidup dan lain-lain.
2. Unsur-unsur yang dipelajari pada taraf pertama proses sosialisasi. Contoh: Makanan pokok suatu masyarakat.
3. Pada umumnya generasi muda dianggap sebagai individu-individu yang cepat menerima unsur-unsur kebudayaan asing yang masuk melalui proses akulturasi. Sebaliknya generasi tua, dianggap sebagai orang-orang kolot yang sukar menerima unsur baru.
4. Suatu masyarakat yang terkena proses akulturasi, selalu ada kelompok-kelompok individu yang sukar sekali atau bahkan tak dapat menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan yang terjadi.
1.Unsur-unsur yang menyangkut sistem kepercayaan seperti ideologi,falsafah hidup dan lain-lain.
2. Unsur-unsur yang dipelajari pada taraf pertama proses sosialisasi. Contoh: Makanan pokok suatu masyarakat.
3. Pada umumnya generasi muda dianggap sebagai individu-individu yang cepat menerima unsur-unsur kebudayaan asing yang masuk melalui proses akulturasi. Sebaliknya generasi tua, dianggap sebagai orang-orang kolot yang sukar menerima unsur baru.
4. Suatu masyarakat yang terkena proses akulturasi, selalu ada kelompok-kelompok individu yang sukar sekali atau bahkan tak dapat menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan yang terjadi.
Berbagai faktor yang mempengaruhi diterima atau tidaknya suatu unsur kebudayaan baru diantaranya :
1. Terbatasnya masyarakat memiliki hubungan atau kontak dengan kebudayaan dan dengan orang-orang yang berasal dari luar masyarakat tersebut.
2. Jika pandangan hidup dan nilai yang dominan dalam suatu kebudayaan ditentukan oleh nilai-nilai agama.
3. Corak struktur sosial suatu masyarakat turut menentukan proses penerimaan kebudayaan baru. Misalnya,sistem otoriter akan sukar menerima unsur kebudayaan baru.
4. Suatu unsur kebudayaan diterima jika sebelumnya sudah ada unsur-unsur kebudayaan yang menjadi landasan bagi diterimanya unsur kebudayaan yang baru tersebut.
5. Apabila unsur yang baru itu memiliki skala kegiatan yang terbatas.
1. Terbatasnya masyarakat memiliki hubungan atau kontak dengan kebudayaan dan dengan orang-orang yang berasal dari luar masyarakat tersebut.
2. Jika pandangan hidup dan nilai yang dominan dalam suatu kebudayaan ditentukan oleh nilai-nilai agama.
3. Corak struktur sosial suatu masyarakat turut menentukan proses penerimaan kebudayaan baru. Misalnya,sistem otoriter akan sukar menerima unsur kebudayaan baru.
4. Suatu unsur kebudayaan diterima jika sebelumnya sudah ada unsur-unsur kebudayaan yang menjadi landasan bagi diterimanya unsur kebudayaan yang baru tersebut.
5. Apabila unsur yang baru itu memiliki skala kegiatan yang terbatas.
Pengertian Kebudayaan
Kebudayaan sangat erat kaitannya dengan masyarakat. Antropolog terkemuka yaitu Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri, pendapat yang dikemukakan mereka sebut dengan Culture Determinism.
Menurut Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian nilai sosial,norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.
Menurut Edward Burnett Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.
Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi merumuskan bahwa kebudayaan adalah semua hasil karya, rasa dan cipta masyarakat.
Dari definisi beberapa ahli tersebut, diperoleh pengertian mengenai kebudayaan adalah sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni dan lain-lain, yang semuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.
Unsur-Unsur Budaya
Ada pendapat beberapa ahli yang mengemukakan mengenai komponen atau unsur kebudayaan, antara lain sebagai berikut:
- Melville J. Herskovits menyebutkan kebudayaan memiliki 4 unsur pokok, yaitu:
- alat-alat teknologi
- sistem ekonomi
- keluarga
- kekuasaan politik
- Bronislaw Malinowski mengatakan ada 4 unsur pokok yang meliputi:
- sistem norma sosial yang memungkinkan kerja sama antara para anggota masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan alam sekelilingnya
- organisasi ekonomi
- alat-alat dan lembaga-lembaga atau petugas-petugas untuk pendidikan (keluarga adalah lembaga pendidikan utama)
- organisasi kekuatan (politik)
Wujud Kebudayaan
Menurut J.J. Hoenigman, wujud kebudayaan dibedakan menjadi tiga: gagasan, aktivitas dan artefak.
- Gagasan
Wujud ideal kebudayaan adalah kebudayaan yang berbentuk kumpulan ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan dan sebagainya yang sifatnya abstrak dalam kata lain tidak dapat diraba atau disentuh. Wujud kebudayaan ini terletak dalam pemikiran masyarakat. Jika masyarakat tersebut menyatakan gagasan mereka itu dalam bentuk tulisan, maka letak dari kebudayaan ideal itu berada dalam karangan buku-buku hasil karya para penulis tersebut.
- Aktivitas/tindakan
Aktivitas adalah wujud kebudayaan sebagai suatu tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat itu. Wujud ini sering pula disebut dengan sistem sosial. Sistem sosial ini terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia yang saling berinteraksi, mengadakan kontak, serta bergaul dengan manusia lainnya menurut pola-pola tertentu yang berdasarkan adat tata kelakuan. Sifatnya konkret, terjadi dalam kehidupan sehari-hari dan dapat diamati dan didokumentasikan.
- Artefak (karya)
Artefak adalah wujud kebudayaan fisik yang berupa hasil dari aktivitas, perbuatan dan karya semua manusia dalam masyarakat berupa benda-benda atau hal-hal yang dapat diraba, dilihat dan didokumentasikan. Sifatnya paling konkret di antara ketiga wujud kebudayaan. Dalam kehidupan nyata bermasyarakat, antara wujud kebudayaan yang satu tidak bisa dipisahkan dari wujud kebudayaan yang lain. Sebagai contoh: Wujud kebudayaan ideal mengatur dan memberi arah kepada tindakan (aktivitas) dan karya (artefak) manusia.
Orientasi Nilai Budaya
Kebudayaan sebagai hasil karya manusia memiliki tata nilai. Menurut C.Kluckhohn dalam karyanya Variations in Value Orientation (1961) system nilai budaya dalam semua kebudayaan di dunia, secara universal menyangkut lima masalah pokok kehidupan manusia, yaitu :
- Hakekat Hidup
- Hidup itu buruk
- Hidup itu baik
- Hidup bisa buruk dan baik, tetapi manusia tetap harus bisa berikthtiar agar hidup bisa menjadi baik.
- Hidup adalah pasrah kepada nasib yang telah ditentukan.
2. Hakekat karya manusia (MK)
- Karya itu untuk menafkahi hidup
- Karya itu untuk kehormatan.
3. Hakekat waktu manusia (WM)
Hakekat waktu untuk setiap kebudaayan berbeda, ada yang berpandangan mementingkan orientasi masa lampau, ada pula yang berpandangan untuk masa kini atau masa yang akan datang.
4. Hakekat alam manusia (MA)
Ada kebudayaan yang menganggap manusia harus mengeksploitasi alam atau memanfaatkan alam semaksimal mungkin, ada pula kebudaan yang beranggapan manusia harus harmonis dengan alam dan manusia harus menyerahkan kepada alam.
5. Hakekat hubungan manusia (MN)
Dalam hal ini ada yang mementingkan hubungan manusia dengan manusia. Baik secara horizontal (sesamanya) maupun secara vertikal (orientasi kepada tokoh-tokoh). Ada pula yang berpandangan individualistis (menilai tinggi kekuatan sendiri).
Perubahan Kebudayaan
Perubahan kebudayaan adalah perkembangan zaman dan kemajuan pengetahuan dan teknologi. Namun penyebab dari perubahan kebudayaan itu sendiri menurut soejono soekanto dibagi 2 faktor yaitu faktor intern atau faktor yang disebabkan oleh masyarakat itu sendiri dan faktor ekstern.
Perubahan kebudayaan yang terjadi dalam suatu bangsa tidak luput dari faktor-faktor yang mempengaruhi. Menurut Soerjono Soekanto faktor-faktor tersebut terbagi menjadi 2, yaitu faktor intern dan faktor ekstern.
Faktor intern merupakan faktor yang berasal dari masyarakat itu sendiri yang menyebabkan perubahan kebudayaan, yang diantaranya:
- Perubahan penduduk, seperti: Kelahiran, Kematian dan Migrasi.
- Adanya penemuan baru, seperti: Adanya ide atau alat baru yang sebelumnya belum pernah ada (Discovery), Penyempurnaan penemuan baru (Invention) dan Proses pembaharuan atau melengkapi atau mengganti yang telah ada (Innovation).
- Konflik yang terjadi di dalam masyarakat. Konflik dapat merubah kepribadian orang-orang yang terlibat di dalamnya, misalnya menjadi pendiam, murung, tidak mau bergaul, atau bahkan berusaha memperbaiki keadaan tersebut supaya menjadi lebih baik.
- Pemberontakan atau revolusi. Hal ini menyebabkan perubahan pada struktur pemerintahan pada suatu negara.
Faktor ekstern merupakan faktor yang berasal dari luar masyarakat melalui interaksi sosial yang mendorong terjadinya suatu perubahan kebudayaan, yang diantaranya:
- Peperangan. Hal ini dapat menyebabkan perubahan yang mendasar pada suatu negara baik seluruh wujud budaya (sistem budaya, sistem sosial dan unsur-unsur budaya fisik) maupun seluruh unsur budaya (sistem pengetahuan, teknologi, ekonomi, bahasa, kesenian, sistem religi dan kemasyarakatan). Biasanya akibat ini lebih berpengaruh kepada negara yang kalah.
- Perubahan alam. Pada zaman sekarang sebagian besar hal ini disebabkan oleh tindakan manusia sendiri yang menyebabkan kerusakan alam, seperti membuang sampah sembarangan, penebangan liar, pembangunan terus menerus di lahan pertanian dan masih banyak lagi. Hal ini dapat merugikan manusia sendiri seperti kehilangan keluarga, tempat tinggal, harta benda dan sarana umum lainnya.
- Pengaruh budaya lain, seperti: Penyebaran kebudayaan (Difusi), Pembauran antar budaya yang masih terlihat masing-masing sifat khasnya (Akulturasi) dan Pembauran antar budaya yang menghasilkan budaya yang baru tanpa terlihat budaya yang lama sama sekali (Asimilasi).
Hubungan Manusia dan Kebudayaan
Secara bahasa, manusia berasal dari kata “manu” (Sansekerta), “mens” (Latin), yang berarti berfikir, berakal budi atau makhluk yang berakal budi (mampu menguasai makhluk lain). Sedangkan secara umum pengertian kebudayaan merupakan jalan atau arah didalam bertindak dan berfikir untuk memenuhi kebutuhan hidup baik jasmani maupun rohani. Manusia dan kebudayaan pada hakekatnya memiliki hubungan yang sangat erat dan hampir semua tindakan dari seorang manusia itu adalah merupakan kebudayaan. Manusia mempunyai empat kedudukan terhadap kebudayaan yaitu sebagai:
- Penganut kebudayaan,
- Pembawa kebudayaan,
- Manipulator kebudayaan dan
- Pencipta kebudayaan.
Disamping itu, kebudayaan manusia itu menciptakan suatu keindahan yang biasa kita sebut dengan suatu seni. Keindahan atau seni dibutuhkan oleh setiap manusia agar kehidupan yang dijalaninya menjadi lebih indah.
Manusia dan keindahan atau seni memang tidak bisa dipisahkan sehingga diperlukan pelestarian bentuk keindahan yang dituangkan dalam berbagai bentuk kesenian (seni rupa, seni suara maupun seni pertunjukan) yang nantinya menjadi bagian dari kebudayaannya yang dapat dibanggakan.
Sebuah kebudayaan besar biasanya memiliki sub-kebudayaan (atau biasa disebut sub-kultur), yaitu sebuah kebudayaan yang memiliki sedikit perbedaan dalam hal perilaku dan kepercayaan dari kebudayaan induknya. Munculnya sub-kultur disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya karena perbedaan umur, ras, etnisitas, kelas, aesthetik, agama, pekerjaan, pandangan politik dan gender.
Manusia Sebagai Pencipta Dan Pengguna Kebudayaan
Budaya tercipta atau terwujud merupakan hasil dari interaksi antara manusia dengan segala isi yang ada di bumi ini. Manusia diciptakan oleh Tuhan dengan dibekali oleh akal pikiran sehingga mampu untuk berkarya di muka bumi ini dan secara hakikatnya menjadi khalifah di muka bumi ini. Disamping itu manusia juga memiliki akal, intelegensia, intuisi, perasaan, emosi, kemauan, fantasi dan perilaku.
Dengan semua kemampuan yang dimiliki oleh manusia maka manusia bisa menciptakan kebudayaan. Ada hubungan dialektika antara manusia dan kebudayaan. Kebudayaan adalah produk manusia, namun manusia itu sendiri adalah produk kebudayaan. Dengan kata lain, kebudayaan ada karena manusia yang menciptakannya dan manusia dapat hidup ditengah kebudayaan yang diciptakannya. Kebudayaan akan terus hidup manakala ada manusia sebagai pendudukungnya.
Kebudayaan mempunyai kegunaan yang sangat besar bagi manusia. Hasil karya manusia menimbulkan teknologi yang mempunyai kegunaan utama dalam melindungi manusia terhadap lingkungan alamnya, sehingga kebudayaan memiliki peran sebagai:
- Suatu hubungan pedoman antarmanusia atau kelompoknya.
- Wadah untuk menyalurkan perasaan-perasaan dan kemampuan-kemampuan lain.
- Pembimbing kehidupan dan penghidupan manusia
- Pembeda manusia dan binatang.
- Petunjuk-petunjuk tentang bagaimana manusia harus bertindak dan berprilaku didalam pergaulan.
- Pengatur agar manusia dapat mengerti bagaimana seharusnya bertindak, berbuat dan menentukan sikapnya jika berhubungan dengan orang lain.
- Modal dasar pembangunan.
BAB 2
Budaya Indonesia Yang Direbut Bangsa Lain
Budaya Indonesia Yang Direbut Bangsa Lain
Indonesia merupakan negara maritim yang terdapat banyak suku, budaya, agama,ras dan adat istiadat beraneka ragam. Kebudayaan Indonesia sangat melimpah, akan tetapi kebanyakan dari kebudayaan tersebut diklaim oleh negara tetangga indonesia sendiri , salah satunya Malaysia. Malaysia dengan mudahnya mengklaim budaya kita. Padahal sudah jelas bahwa budaya itu milik Indonesia bukan Malaysia, tetapi dengan mudahnya dan tanpa rasa malu Malaysia mengklaim.
Berikut ini adalah daftar artefak budaya Indonesia yang diduga dicuri, dipatenkan, diklaim dan atau dieksploitasi secara komersial oleh korporasi asing, oknum warga negara asing, ataupun negara lain:
1. Lagu Rasa Sayang Sayange dari Maluku oleh Pemerintah Malaysia
2. Tari Reog Ponorogo dari Jawa Timur oleh Pemerintah Malaysia
3. Lagu Kakak Tua dari Maluku oleh Pemerintah Malaysia
4. Sambal Bajak dari Jawa Tengah oleh Oknum WN Belanda
5. Tanaman Obat Asli Indonesia oleh Shiseido Co Ltd
6. Tari Kuda Lumping dari Jawa Timur oleh Pemerintah Malaysia
7. Ukiran Khas Jepara dari Jawa Tengah oleh Oknum WN Perancis
8. Motif Batik Parang dari Yogyakarta oleh Pemerintah Malaysia
9. Alat Musik Angklung oleh Pemerintah Malaysia
10. Kopi Gayo dari Aceh oleh perusahaan multinasional (MNC) Belanda
11. Lagu Injit-injit Semut dari Jambi oleh Pemerintah Malaysia
12. Batik dari Jawa oleh Adidas
13. Naskah Kuno dari Riau oleh Pemerintah Malaysia
14. Naskah Kuno dari Sumatera Barat oleh Pemerintah Malaysia
15. Naskah Kuno dari Sulawesi Selatan oleh Pemerintah Malaysia
16. Naskah Kuno dari Sulawesi Tenggara oleh Pemerintah Malaysia
17. Rendang dari Sumatera Barat oleh Oknum WN Malaysia
18. Sambal Petai dari Riau oleh Oknum WN Belanda
19. Sambal Nanas dari Riau oleh Oknum WN Belanda
20. Tempe dari Jawa oleh Beberapa Perusahaan Asing
21. Lagu Soleram dari Riau oleh Pemerintah Malaysia
22. Alat Musik Gamelan dari Jawa oleh Pemerintah Malaysia
23. Tari Piring dari Sumatera Barat oleh Pemerintah Malaysia
24. Tari Pendet dari Bali oleh Pemerintah Malaysia
25. Lagu Jali-Jali oleh Pemerintah Malaysia
26. Lagu Anak Kambing Saya dari Nusa Tenggara oleh Malaysia
27. Pigura ukiran Khas Jepara dari Jawa Tengah oleh Oknum WN Inggris
28. Kerajinan Perak Desak Suwarti dari Bali oleh Oknum WN Amerika
29. Badik Tumbuk Lada oleh Pemerintah Malaysia
30. Kopi Toraja dari Sulawesi Selatan oleh perusahaan Jepang
31. Musik Indang Sungai Garinggiang dari SumBar oleh Malaysia
32. Kain Ulos oleh Malaysia
2. Tari Reog Ponorogo dari Jawa Timur oleh Pemerintah Malaysia
3. Lagu Kakak Tua dari Maluku oleh Pemerintah Malaysia
4. Sambal Bajak dari Jawa Tengah oleh Oknum WN Belanda
5. Tanaman Obat Asli Indonesia oleh Shiseido Co Ltd
6. Tari Kuda Lumping dari Jawa Timur oleh Pemerintah Malaysia
7. Ukiran Khas Jepara dari Jawa Tengah oleh Oknum WN Perancis
8. Motif Batik Parang dari Yogyakarta oleh Pemerintah Malaysia
9. Alat Musik Angklung oleh Pemerintah Malaysia
10. Kopi Gayo dari Aceh oleh perusahaan multinasional (MNC) Belanda
11. Lagu Injit-injit Semut dari Jambi oleh Pemerintah Malaysia
12. Batik dari Jawa oleh Adidas
13. Naskah Kuno dari Riau oleh Pemerintah Malaysia
14. Naskah Kuno dari Sumatera Barat oleh Pemerintah Malaysia
15. Naskah Kuno dari Sulawesi Selatan oleh Pemerintah Malaysia
16. Naskah Kuno dari Sulawesi Tenggara oleh Pemerintah Malaysia
17. Rendang dari Sumatera Barat oleh Oknum WN Malaysia
18. Sambal Petai dari Riau oleh Oknum WN Belanda
19. Sambal Nanas dari Riau oleh Oknum WN Belanda
20. Tempe dari Jawa oleh Beberapa Perusahaan Asing
21. Lagu Soleram dari Riau oleh Pemerintah Malaysia
22. Alat Musik Gamelan dari Jawa oleh Pemerintah Malaysia
23. Tari Piring dari Sumatera Barat oleh Pemerintah Malaysia
24. Tari Pendet dari Bali oleh Pemerintah Malaysia
25. Lagu Jali-Jali oleh Pemerintah Malaysia
26. Lagu Anak Kambing Saya dari Nusa Tenggara oleh Malaysia
27. Pigura ukiran Khas Jepara dari Jawa Tengah oleh Oknum WN Inggris
28. Kerajinan Perak Desak Suwarti dari Bali oleh Oknum WN Amerika
29. Badik Tumbuk Lada oleh Pemerintah Malaysia
30. Kopi Toraja dari Sulawesi Selatan oleh perusahaan Jepang
31. Musik Indang Sungai Garinggiang dari SumBar oleh Malaysia
32. Kain Ulos oleh Malaysia
Sudah bukan rahasia lagi bahwa Indonesia memiliki keberagaman budaya , sehingga di mata dunia Indonesia merupakan salah satu penyimpan kekayaan budaya terbanyak dan tentunya banyak Negara yang mengincar kekayaan itu hanya semata-mata untuk kekayaan diri bangsa lain. Ini merupakan sosial-budaya masalah besar yang menyangkut harkat martabat jati diri bangsa Indonesia. Semua itu bermula dari ketertarikan bangsa lain akan keindahan beragamnya budaya Indonesia. Suatu bangsa akan dipandang didunia atas apa yang dimilikinya sejak lama bukan atas apa yang akan dimilikinya. Dari sini terlihat bahwa Indonesia punya potensi besar untuk menunjukkan dirinya kepada dunia tentang keberagamannya tetapi ada beberapa faktor yang menyebabkan Indonesia kehilangan budayanya. Salah satunya ialah bangsa Indonesia sendiri, mengapa dikatakan bangsa Indonesia sendiri? Itu dikarenakan Indonesia kurang peduli terhadap budayanya jadi istilahnya bangsa Indonesia akan bertindak apabila bangsa lain sudah menindak klaim budaya Indonesia. Masalahnya, sampai kapan Indonesia mau budayanya dicuri bangsa tentangga? Apakah ada tindak lanjutnya?
Belum lama ini, Malaysia mengklaim tari Pendet sebagai bagian budaya mereka. Klaim ini tentu sangat memancing emosi bangsa Indonesia. Sudah jelas kalau tari pendet adalah identitas budaya Suku Bali, tetapi oleh mereka dengan seenaknya mengaku itu budaya mereka. Bahkan, tanpa sepengetahuan kita, tari Pendet dijadikan alat promosi internasional kepada wisatawan asing agar berkunjung ke Malaysia. Tindakan malaysia ini tentu menambah deretan panjang budaya kita yang diklaim Negara lain. Sebelumnya, Negeri Jiran mengklaim batik, Reog Ponorogo, alat musik angklung, Hombo Batu, lagu daerah Rasa Sayange dan Tari Folaya. Kekayaan budaya Indonesia yang telah berabad-abad berinternalisasi dalam kehidupan masyarakat daerah, dengan mudahnya diaku budaya Malaysia.
Realitas ini membuktikan bahwa pemuda saat ini telah banyak lupa, kurang peduli dan kurang mencintai atas eksistensi budaya Indonesia. Kebudayaan asli yang arif dan luhur dipinggirkan, terkalahkan budaya barat yang serba instan. Jika dari para pemudanya tidak memahami dan menghargainya, sudah tentu kebudayaan bangsa menjadi hal yang rapuh dan lapuk termakan faktor internalnya. Pada akhirnya Negara lain yang akhirnya memanfaatkan potensi budaya kita.
Realitas ini membuktikan bahwa pemuda saat ini telah banyak lupa, kurang peduli dan kurang mencintai atas eksistensi budaya Indonesia. Kebudayaan asli yang arif dan luhur dipinggirkan, terkalahkan budaya barat yang serba instan. Jika dari para pemudanya tidak memahami dan menghargainya, sudah tentu kebudayaan bangsa menjadi hal yang rapuh dan lapuk termakan faktor internalnya. Pada akhirnya Negara lain yang akhirnya memanfaatkan potensi budaya kita.
Seharusnya pemuda masa kini berkaca pada upaya pemuda masa lampau yang sangat gigih memperjuangkan kebudayaan kita. Tentu kita ingat peristiwa Sumpah Pemuda 81 tahun silam, kebudayaan menjadi poin utama yang diperjuangkan para pemuda waktu itu. Untuk itu para pemuda haruslah sadar atas kehilangan beberapa budaya Indonesia karena kita tidak mungkin membiarkan jati diri bangsa Indonesia terinjak oleh Malaysia karena perebutan budaya. Apakah tega kita membiarkan budaya Indonesia hilang direbut? Apakah kita akan baru bertindak setelah budaya dicuri? Perlukah kita menebar konflik demi menjaga budaya bangsa Indonesia? Semua itu kembali kepada diri masing-masing pemuda-pemudi Indonesia tentang seberapa besar tanggung jawab mereka mempertahankan warisan leluhur yang ada.
BAB 3
KESIMPULAN
KESIMPULAN
Indonesia sebagai bangsa yang besar akan keberagaman budaya seharusnya mampu mengatasi dan bertindak tegas terhadap perbuatan Malaysia yang telah merebut budaya Indonesia sehingga bangsa Malaysia tidak berani sampai berulang kali melakukan pengklaiman budaya Indonesia. Salah satu cara untuk mencegah pengklaiman budaya tersebut adalah mempelajari dan melestarikan budaya agar tidak hilang terlupakan serta mencintai produk dalam negeri dengan cara menggunakannya seperti memakai batik khas Indonesia salah satunya. Demikian ulasan ini kurang lebihnya mohon pembaca maklumi.
DAFTAR PUSTAKA
http://www.topix.com/forum/world/malaysia/TPOHEOMKMFSSP2EFT
http://vynhe.blogspot.com/2013/01/bab-ii-manusia-dan-kebudayaan.html
http://kamelia11.wordpress.com/tag/pengertian-manusia-menurut-para-ahli/
http://vynhe.blogspot.com/2013/01/bab-ii-manusia-dan-kebudayaan.html
http://kamelia11.wordpress.com/tag/pengertian-manusia-menurut-para-ahli/


Tolong tulisannya rapihkan, sehingga pembaca tidak merasa terganggu. Keua link ke gunadarma. Usahakan jangan menggunakan "karena, dan" setelah titik, kata itu dalam bahasa arab disebut isim maushul (kata sambung). Tidak etis setelah diputus dengan titik ada kata sambung.
BalasHapusYa pak terima kasih atas koreksinya. Untuk tugas kedua yang manusia dan cinta kasih saya juga sertakan diblog ini di posting lama tetapi saya tidak melihat komentar bapak, apakah bapak sudah mengoreksinya?
Hapus