Jumat, 24 Maret 2017

TUGAS 1 

ETIKA PROFESI


1.  Tuliskan karakter-karakter tidak ber-ETIKA dalam kehidupan sehari-hari (beri  5 contoh dan analisa)
a.   Menyebarluaskan  informasi  mengenai karya orang lain dari media internet atau buku tanpa mencantumkan sumber
Ini merupakan suatu tindakan yang kurang bertanggung jawab karena tidak menghargai atau menghormati karya orang lain. Diwajibkan seseorang yang ingin menyebarluaskan  informasi mencatumkan sumber yang terpercaya;
b.      Menyebarkan informasi dari media yang belum jelas kebenarannya
Informasi yang diterima oleh seseorang secara mentah dapat diartikan beragam dan juga belum tentu terbukti kebenarannya apabila tidak ada informasi pendukung lainnya, sehingga dapat menimbulkan fitnah yang merugikan penyebar dan penerima informasi. Sebelum menerima informasi tersebut lebih baik ditelaah kebenarannya dari sumber yang terpercaya;
c.       Menggunakan nama orang lain untuk kepentingan pribadi atau kelompok
Untuk memuluskan rencana atau tujuan tertentu biasanya individu atau kelompok menggunakan nama seseorang yang dianggap memiliki jabatan yang tinggi atau kepentingan yang berkaitan tanpa sepengetahuan orang tersebut, sehingga dapat mencemarkan nama orang yang dianggap memiliki jabatan yang tinggi atau kepentingan yang berkaitan. Untuk orang yang memiliki jabatan yang tinggi atau kepentingan yang berkaitan sebaiknya tidak dengan mudah memberikan kepercayaan dan memberikan tanggung jawab kepada seseorang  hanya karena secara relasi tetapi bisa saja kepercayaan tersebut dapat disalahgunakan karena relasi tersebut;
d.      Mengabaikan rambu-rambu lalu lintas ketika sedang berkendara
Beretika juga diperlukan ketika sedang mengendarai motor, mobil atau kendaraan lainnya. Mengabaikan rambu-rambu lalu lintas seperti menerobos lampu lalu lintas hal sepele yang merupakan salah satu penyebab terjadinya kecelakaan. Oleh karena itu diharapakan untuk mematuhi rambu-rambu lalu lintas untuk menghindari terjadinya kecelakaan;
e.       Gaya berbicara yang sama kepada orangtua dan teman
Sebagai mahluk sosial, seseorang tentu membutuhkan komunikasi kepada setiap orang yang tentu memiliki perbedaan umur, tetapi cara untuk berkomunikasi kepada setiap orang itu tidaklah sama karena perbedaan umur itu. Contohnya seperti apabila kita bertemu seorang teman, kita akan menggunakan gaya berbicara yang agak kasar dan mungkin terdapat sindiran untuk bahan tertawa, tetapi apabila gaya berbicara tersebut digunakan ketika berkomunikasi dengan orangtua tentu tidak sopan. Disini jelas bahwa gaya berbicara kepada orangtua dan teman harus berbeda agar tidak menyinggung perasaan atau salah paham.

2.  Tuliskan aktivitas tidak ber-ETIKA profesional dalam bekerja sebagai seorang sarjana Teknik Industri (beri 5 contoh dan analisa)
a.       Menelantarkan tugas atau kewajiban yang dibebankan oleh perusahaan
Seorang profesional yang sudah menjadi anggota dari suatu instansi atau perusahaan dalam bekerja atau menjalankan kewajiban harus tunduk dengan segala peraturan perusahaan. Oleh karena itu, seorang profesional harus dapat bekerja atau menjalankan kewajiban sesuai dengan perintah yang dibebankan kepadanya dan dapat menyelesaikan dengan tepat sesuai keinginan perusahaan;
b.      Berkelahi dengan teman perusahaan karena tidak sependapat
Perbedaan pendapat ketika bekerjasama dalam tim disuatu perusahaan merupakan hal yang wajar tetapi dari perbedaan pendapat tersebut harus ditemukan sebuah kesepakatan atau kesimpulan dari semua anggota tim. Berkelahi bukan merupakan cara yang tepat untuk mempertahankan pendapat yang dianggap benar sekaligus bukan sikap seorang profesional. Oleh karena itu, seorang profesional harus menerima semua pendapat yang berbeda untuk kemudian dibuat suatu kesimpulan dengan cara musyawarah;
c.       Tidak peduli akan potensi bahaya yang mengancam jiwa
Apabila seorang profesional bekerja di sebuah lokasi yang berpotensi bahaya yang mengancam jiwa, maka seorang profesional tersebut harus peka terhadap lingkungan sekitar yang berpotensi berbahaya. Mematuhi aturan perusahaan atau menjalan tugas sesuai dengan prosedur operasi standar ketika sedang menjalankan tugas yang mengancam jiwa juga dapat mencegah terjadinya kecelakaan;
d.      Tidak sepenuhnya menjaga privasi perusahaan
Privasi perusahaan seperti data atau informasi yang dianggap sangat penting harus sepenuhnya dijaga oleh seorang profesional dalam bekerja, agar data atau informasi yang dianggap sangat penting tidak bocor ke perusahaan lain yang dapat menyebabkan kerugian perusahaan sendiri. Oleh karena itu diperlukan komitmen yang kuat untuk menjaga nama baik perusahaan;
e.       Melampiaskan kemarahan kepada suatu objek milik perusahaan
Seorang profesional terlihat sikapnya ketika dihadapkan pada suatu masalah dan caranya menyelesaikan masalah. Apabila terdapat seorang yang bekerja disuatu perusahaan dibebankan tugas yang berat dan tidak sanggup menerima beban tugas tersebut lalu kemudian melampiaskan kemarahan dengan merusak atau menghilangkan suatu objek milik perusahaan, jelas terlihat bahwa seorang yang bekerja tersebut bukan seorang profesional.

3.   Jelaskan pentingnya memahami etika profesi untuk Sarjana Teknik Industri
Setelah memahami etika profesi, sarjana teknik industri diharapkan :
a.     Selalu mengerahkan segala kemampuan dan pengalamannya untuk selalu berupaya mencapai hasil yang terbaik didalam keluhuran budi dan kemanfaatan masyarakat luas secara bertanggung jawab;
b.     Melaksanakan tugas yang melibatkan disiplin dan pengetahuan lain, senatiasa menghormati dan menghargai keterlibatan mereka dan akan selalu mendayagunakan disiplin agar lebih optimal dalam upaya mencapai hasil terbaik;
c.       Bertanggung jawab atas pengembangan keilmuan dan penerapannya dimasyarakat, dan akan selalu berupaya agar tercapai kondisi yang efisien dan optimal dalam segenap upaya bagi perbaikan dalam pembangunan dan pemeliharaan sistem;
d.      Rasa tanggung jawab yang tinggi dan di dalam melaksanakan tugasnya tidak akan melakukan perbuatan tidak jujur, mencemarkan atau merugikan sesama rekan sekerja;
e.       Selalu bersikap dan bertindak bijaksana terhadap sesama rekannya dan terutama kepada rekan mudanya; selalu mengusahakan kemajuan untuk meningkatkan kemampuan dan kecakapan, bagi dirinya pribadi maupun masyarakat (http://istmi.or.id).

4.  Jelaskan dan uraikan organisasi profesi yang relevan untuk Prodi Teknik Industri selain PII
a.     Ikatan Sarjana Teknik dan Manajemen Industri (ISTMI). ISTMI sebagai organisasi profesi dari disiplin Ilmu Teknik Industri (TI) dan Manajemen Industri (MI) di Indonesia lahir pada tanggal 22 Nopember 1986 di Jakarta. Kelahiran organisasi ini didasari atas pertimbangan bahwa profesi TI dan MI telah diterima di kalangan yang sangat luas sejak masuknya disiplin sekitar 16 tahun sebelumnya. Keberadaannya sudah menembus batas-batas konvensional keteknikan atau keindustrian.
b.      IIE (Institute of Industrial and System Engineering). Institute of Industrial Engineers (IIE) adalah lembaga profesional yang berdedikasi semata-mata untuk mendukung profesi teknik industri dan individu yang terlibat dengan meningkatkan kualitas dan produktivitas.
c.   BKSTI (Badan Kerjasama Perguruan Tinggi Penyelenggara Pendidikan Tinggi Teknik Industri Indonesia). BKSTI sebagai forum kerjasama antar penyelenggara pendidikan tinggi teknik industri se Indonesia. Tujuan dan Hasil yang diperoleh dari acara tersebut diantaranya adalah sebagai wadah bagi pemangku kepentingan penyelenggara pendidikan tinggi Teknik Industri dalam mendukung komunikasi dan perumusan ide-ide inovatif, kreatif dan bernilai tambah, sebagai wadah bagi peneliti dan praktisi teknik industri dalam berbagi pengetahuan, penelitian, dan pengalaman.
d.      Perhimpunan Ergonomi Indonesia (PEI). Perhimpunan Ergonomi Indonesia (PEI) adalah organisasi profesi tingkat nasional yang beranggotakan para pakar, pemakai dan peminat. Ergonomi di berbagai bidang yang bersama-sama berhimpun dalam suatu wadah untuk menggalang kemampuan dalam bidangnya masing-masing, membina ergonomi baik dalam keilmuan maupun dalam pemakaiannya sehingga potensi ergonomi dalam Pembangunan Nasional dapat lebih digali dan diwujudkan secara nyata. PEI bertujuan untuk mengembang serta menerapkan iilmu ergonomi dalam berbagai kegiatan teknologi, industri dan berbagai kegiatan lain yang menuntut pendekatan ergonomis, dengan sasaran mencapai keselarasan hubungan timbal-balik antara manusia, alat dan lingkungannya, serta untuk menjaga keseimbangan hubungan unsur-unsur fisikal, sosial, psikologikal bagi peningkatan kualitas hidup yang lebih baik.

Sumber:





Tidak ada komentar:

Posting Komentar