TUGAS 1
ETIKA PROFESI
1. Tuliskan
karakter-karakter tidak ber-ETIKA dalam kehidupan sehari-hari (beri 5 contoh dan analisa)
a. Menyebarluaskan
informasi mengenai karya orang lain dari media internet
atau buku tanpa mencantumkan sumber
Ini merupakan suatu tindakan yang kurang bertanggung
jawab karena tidak menghargai atau menghormati karya orang lain. Diwajibkan
seseorang yang ingin menyebarluaskan
informasi mencatumkan sumber yang terpercaya;
b. Menyebarkan
informasi dari media yang belum jelas kebenarannya
Informasi yang diterima oleh seseorang secara mentah
dapat diartikan beragam dan juga belum tentu terbukti kebenarannya apabila
tidak ada informasi pendukung lainnya, sehingga dapat menimbulkan fitnah yang
merugikan penyebar dan penerima informasi. Sebelum menerima informasi tersebut
lebih baik ditelaah kebenarannya dari sumber yang terpercaya;
c. Menggunakan
nama orang lain untuk kepentingan pribadi atau kelompok
Untuk memuluskan rencana atau tujuan tertentu biasanya
individu atau kelompok menggunakan nama seseorang yang dianggap memiliki
jabatan yang tinggi atau kepentingan yang berkaitan tanpa sepengetahuan orang
tersebut, sehingga dapat mencemarkan nama orang yang dianggap memiliki jabatan
yang tinggi atau kepentingan yang berkaitan. Untuk orang yang memiliki jabatan
yang tinggi atau kepentingan yang berkaitan sebaiknya tidak dengan mudah
memberikan kepercayaan dan memberikan tanggung jawab kepada seseorang hanya karena secara relasi tetapi bisa saja kepercayaan
tersebut dapat disalahgunakan karena relasi tersebut;
d. Mengabaikan
rambu-rambu lalu lintas ketika sedang berkendara
Beretika juga diperlukan ketika sedang mengendarai
motor, mobil atau kendaraan lainnya. Mengabaikan rambu-rambu lalu lintas seperti
menerobos lampu lalu lintas hal sepele yang merupakan salah satu penyebab terjadinya
kecelakaan. Oleh karena itu diharapakan untuk mematuhi rambu-rambu lalu lintas
untuk menghindari terjadinya kecelakaan;
e. Gaya
berbicara yang sama kepada orangtua dan teman
Sebagai mahluk sosial, seseorang tentu membutuhkan
komunikasi kepada setiap orang yang tentu memiliki perbedaan umur, tetapi cara
untuk berkomunikasi kepada setiap orang itu tidaklah sama karena perbedaan umur
itu. Contohnya seperti apabila kita bertemu seorang teman, kita akan menggunakan
gaya berbicara yang agak kasar dan mungkin terdapat sindiran untuk bahan
tertawa, tetapi apabila gaya berbicara tersebut digunakan ketika berkomunikasi
dengan orangtua tentu tidak sopan. Disini jelas bahwa gaya berbicara kepada
orangtua dan teman harus berbeda agar tidak menyinggung perasaan atau salah
paham.
2. Tuliskan aktivitas tidak ber-ETIKA
profesional dalam bekerja sebagai seorang sarjana Teknik Industri (beri 5
contoh dan analisa)
a. Menelantarkan
tugas atau kewajiban yang dibebankan oleh perusahaan
Seorang profesional yang sudah menjadi anggota dari
suatu instansi atau perusahaan dalam bekerja atau menjalankan kewajiban harus
tunduk dengan segala peraturan perusahaan. Oleh karena itu, seorang profesional
harus dapat bekerja atau menjalankan kewajiban sesuai dengan perintah yang
dibebankan kepadanya dan dapat menyelesaikan dengan tepat sesuai keinginan
perusahaan;
b. Berkelahi
dengan teman perusahaan karena tidak sependapat
Perbedaan pendapat ketika bekerjasama dalam tim disuatu
perusahaan merupakan hal yang wajar tetapi dari perbedaan pendapat tersebut
harus ditemukan sebuah kesepakatan atau kesimpulan dari semua anggota tim.
Berkelahi bukan merupakan cara yang tepat untuk mempertahankan pendapat yang
dianggap benar sekaligus bukan sikap seorang profesional. Oleh karena itu,
seorang profesional harus menerima semua pendapat yang berbeda untuk kemudian
dibuat suatu kesimpulan dengan cara musyawarah;
c. Tidak
peduli akan potensi bahaya yang mengancam jiwa
Apabila seorang profesional bekerja di sebuah lokasi
yang berpotensi bahaya yang mengancam jiwa, maka seorang profesional tersebut
harus peka terhadap lingkungan sekitar yang berpotensi berbahaya. Mematuhi
aturan perusahaan atau menjalan tugas sesuai dengan prosedur operasi standar
ketika sedang menjalankan tugas yang mengancam jiwa juga dapat mencegah
terjadinya kecelakaan;
d. Tidak
sepenuhnya menjaga privasi perusahaan
Privasi perusahaan seperti data atau informasi yang
dianggap sangat penting harus sepenuhnya dijaga oleh seorang profesional dalam
bekerja, agar data atau informasi yang dianggap sangat penting tidak bocor ke
perusahaan lain yang dapat menyebabkan kerugian perusahaan sendiri. Oleh karena
itu diperlukan komitmen yang kuat untuk menjaga nama baik perusahaan;
e. Melampiaskan
kemarahan kepada suatu objek milik perusahaan
Seorang profesional terlihat sikapnya ketika
dihadapkan pada suatu masalah dan caranya menyelesaikan masalah. Apabila
terdapat seorang yang bekerja disuatu perusahaan dibebankan tugas yang berat
dan tidak sanggup menerima beban tugas tersebut lalu kemudian melampiaskan
kemarahan dengan merusak atau menghilangkan suatu objek milik perusahaan, jelas
terlihat bahwa seorang yang bekerja tersebut bukan seorang profesional.
3. Jelaskan pentingnya memahami etika
profesi untuk Sarjana Teknik Industri
Setelah memahami etika
profesi, sarjana teknik industri diharapkan :
a. Selalu mengerahkan segala kemampuan
dan pengalamannya untuk selalu berupaya mencapai hasil yang terbaik didalam
keluhuran budi dan kemanfaatan masyarakat luas secara bertanggung jawab;
b. Melaksanakan tugas yang melibatkan
disiplin dan pengetahuan lain, senatiasa menghormati dan menghargai
keterlibatan mereka dan akan selalu mendayagunakan disiplin agar lebih optimal
dalam upaya mencapai hasil terbaik;
c. Bertanggung jawab atas pengembangan
keilmuan dan penerapannya dimasyarakat, dan akan selalu berupaya agar tercapai
kondisi yang efisien dan optimal dalam segenap upaya bagi perbaikan dalam
pembangunan dan pemeliharaan sistem;
d. Rasa tanggung jawab yang tinggi dan
di dalam melaksanakan tugasnya tidak akan melakukan perbuatan tidak jujur,
mencemarkan atau merugikan sesama rekan sekerja;
e. Selalu bersikap dan bertindak
bijaksana terhadap sesama rekannya dan terutama kepada rekan mudanya; selalu
mengusahakan kemajuan untuk meningkatkan kemampuan dan kecakapan, bagi dirinya
pribadi maupun masyarakat (http://istmi.or.id).
4. Jelaskan dan uraikan organisasi
profesi yang relevan untuk Prodi Teknik Industri selain PII
a. Ikatan Sarjana Teknik dan Manajemen
Industri (ISTMI). ISTMI sebagai organisasi profesi dari disiplin Ilmu Teknik
Industri (TI) dan Manajemen Industri (MI) di Indonesia lahir pada tanggal 22
Nopember 1986 di Jakarta. Kelahiran organisasi ini didasari atas pertimbangan
bahwa profesi TI dan MI telah diterima di kalangan yang sangat luas sejak
masuknya disiplin sekitar 16 tahun sebelumnya. Keberadaannya sudah menembus
batas-batas konvensional keteknikan atau keindustrian.
b. IIE (Institute of Industrial and
System Engineering). Institute of Industrial Engineers (IIE) adalah lembaga
profesional yang berdedikasi semata-mata untuk mendukung profesi teknik
industri dan individu yang terlibat dengan meningkatkan kualitas dan
produktivitas.
c. BKSTI (Badan
Kerjasama Perguruan Tinggi Penyelenggara Pendidikan Tinggi Teknik Industri
Indonesia). BKSTI
sebagai forum kerjasama antar penyelenggara pendidikan tinggi teknik industri
se Indonesia. Tujuan dan Hasil yang diperoleh dari acara tersebut diantaranya
adalah sebagai wadah bagi pemangku kepentingan penyelenggara pendidikan tinggi
Teknik Industri dalam mendukung komunikasi dan perumusan ide-ide inovatif,
kreatif dan bernilai tambah, sebagai wadah bagi peneliti dan praktisi teknik
industri dalam berbagi pengetahuan, penelitian, dan pengalaman.
d. Perhimpunan Ergonomi Indonesia
(PEI). Perhimpunan Ergonomi Indonesia (PEI) adalah organisasi profesi
tingkat nasional yang beranggotakan para pakar, pemakai dan peminat.
Ergonomi di berbagai bidang yang bersama-sama berhimpun dalam suatu wadah untuk
menggalang kemampuan dalam bidangnya masing-masing, membina ergonomi baik dalam
keilmuan maupun dalam pemakaiannya sehingga potensi ergonomi dalam Pembangunan
Nasional dapat lebih digali dan diwujudkan secara nyata. PEI
bertujuan untuk mengembang serta menerapkan iilmu ergonomi dalam berbagai
kegiatan teknologi, industri dan berbagai
kegiatan lain yang menuntut
pendekatan ergonomis, dengan sasaran mencapai keselarasan hubungan
timbal-balik antara manusia, alat dan lingkungannya, serta untuk menjaga
keseimbangan hubungan unsur-unsur fisikal, sosial, psikologikal bagi
peningkatan kualitas hidup yang lebih baik.
Sumber:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar